Meski Tanpa Virus Corona, Ekonomi Cina Diprediksi Terus Turun

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua petugas berjaga di pintu masuk Forbidden City yang ditutup di Beijing, Cina, 25 Januari 2020. Tak hanya membatalkan perayaan Imlek, pemerintah Cina juga menutup sejumlah tempat wisata akibat virus Corona yang tengah menghantui tersebut. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

    Dua petugas berjaga di pintu masuk Forbidden City yang ditutup di Beijing, Cina, 25 Januari 2020. Tak hanya membatalkan perayaan Imlek, pemerintah Cina juga menutup sejumlah tempat wisata akibat virus Corona yang tengah menghantui tersebut. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan, wabah virus corona yang meluas di Wuhan sepekan terakhir, bakal berdampak pada perekonomian Cina. Namun sebenarnya, tanpa virus corona pun, ekonomi Negara Tirai Bambu itu diprediksi akan terus melambat pada tahun mendatang.

    "Cina itu memang ekpektasinya ke depan memang terus turunwalaupun pertumbuhannya tahun lalu itu cukup baik 6,1 persen. In line dengan ekspektasi global, memang ekspektasi ke depan itu Cina akan terus turun," kata dia di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020.

    Andry memprediksi, pertumbuhan ekonomi Cina pada tahun 2020 akan mengalami penurunan pada kisaran di bawah 6 persen. Sehingga ia berharap, negara Xi Jinping ini harus bisa menangani virus corona dalam waktu dekat, agar perekonomian tidak semakin anjlok. "Dan kalau cepat tertangani, menurut saya enggak berdampak signifikan terhadap outlook globalnya sendiri, terutama regionalnya."

    Secara global, kata Andry, tahun ini banyak negara raksasa seperti Cina dan Amerika yang memangkas target pertumbuhan ekonominya. Hal itu menandakan bahwa ada tantangan cukup besar yang sedang menanti, sehingga dipastikan akan berdampak bagi negara-negara berkembang.

    "Ini menandakan tantangan perlambatan ekonomi di negara maju dan Cina berdampak signifikan bagi negara emerging market seperti Indonesia," ujar dia,

    Andry pun mengatakan, pertumbuhan ekonomi global, termasuk Cina, pada lima tahun mendatang tidak akan bertumbuh seagresif tahun-tahun sebelumnya. "Artinya memang dari sisi ekspor, dari sisi perdagangan internasional mmg itu masih punya tantangan dengan limited upsidenya tadi," ungkapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.