Corona Meluas, Menhub Jelaskan Alasan Belum Semua Penerbangan ke Cina Ditutup

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budi Karya Sumadi tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Budi Karya Sumadi tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan otoritas penerbangan belum menutup semua penerbangan dari dan menuju Cina meski wabah virus Corona meluas. Kementeriannya saat ini masih menunggu pernyataan resmi kebahayaan dari Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

    "Pertimbangannya belum ditutup semua adalah saat ini tidak ada pernyataan kebahayaan dari WHO. Jadi saya sampaikan, saat ini penerbangan tidak ada yang disetop," ujar Budi Karya di kantornya, Jakarta Pusat, seusai rapat koordinasi bersama jajaran menteri lainnya, Senin, 27 Januari 2020.

    Menurut Budi Karya, saat ini otoritas penerbangan dalam negeri hanya menutup penerbangan khusus rute Wuhan, Provinsi Hubei. Aturan itu sesuai dengan Notice to Airmen (Notam) penerbangan internasional yang diterbitkan pada pekan lalu.

    Notam penerbangan internasional bernomor G0108/20 terbit menyusul merebaknya virus corona di sejumlah wilayah di Cina, khususnya Kota Wuhan.
    Notam itu menyebutkan bahwa Bandara Internasional Wuhan Tianhe tidak dapat digunakan sebagai bandara alternate kecuali untuk kondisi darurat.

    Kebijakan ini berlaku mulai 23 Januari 2020 pukul 11.00 UTC atau 18.00 WIB waktu Indonesia hingga 2 Februari mendatang. Dengan Notam itu, penerbangan dari Indonesia menuju Kota Wuhan akan dialihkan ke kota-kota lain di Cina.

    Sejumlah maskapai yang menyediakan rute Wuhan, yakni AirAsia dan Lion Air Group, memastikan telah menghentikan sementara penerbangan dari dan menuju Kota Wuhan. Maskapai juga telah menyediakan fasilitas pembatalan penerbangan bagi penumpang sebelum Notam penerbangan internasional diterbitkan.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.