Tes Kompetensi Dasar CPNS Dibuka, BKN Yakin Tak Ada Halangan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BKN Bima Haria Wibisana (tengah) meninjau pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020. ANTARA

    Kepala BKN Bima Haria Wibisana (tengah) meninjau pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana membuka ujian Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (SKD CPNS) di kantor pusat BKN, Jakarta Timur pada Senin, 27 Januari 2020. Bima menyatakan ada 42 dari 522 instansi seluruh Indonesia yang mengadakan ujian SKD pada hari ini.

    "Jadi dari 522 instansi yang akan mengikuti ujian SKD, hari ini ada 42 yang sudah mulai," tutur Bima setelah membuka ujian SKD CPNS di kantor pusat BKN pada Senin, 27 Januari 2020. Sebanyak 42 instansi itu terdiri dari 23 instansi pusat dan 19 pemerintah daerah.

    Menurut Bima, ujian hari ini di BKN akan berlangsung lima sesi sampai sore nanti. Untuk jumlah soal ujian SKD, dia menjelaskan ada 100 soal dengan durasi pengerjaan selama 90 menit.

    Jadwal ujian SKD terhitung mulai hari ini dan akan berlangsung selama satu bulan penuh. "Kita sudah mengatur jadwal dari 27 Januari sampai 28 Februari," kata Bima.

    Lebih lanjut Bima menjelaskan, ujian SKD tahun ini berbeda dengan tahun lalu, karena dilaksanakan secara mandiri oleh masing-masing kementerian. BKN bertugas sebagai panitia yang memfasilitasi server dan soal-soal, sedangkan fasilitas ruangan dan peralatan ujian seperti jaringan dan komputer disiapkan masing-masing instansi.

    Jika tahun lalu ada kesulitan karena seluruh kebutuhan pelaksanaan ujian disiapkan BKN, Bima yakin tahun ini tak ada kesulitan berarti. "Dengan sistem yang sekarang ini, tugas-tugas dibagi rata sama instansi lain, jadi mudah-mudahan ya insya Allah tidak ada halangan yang berarti," ucapnya.

    DEA REZKI GERASTRI | RR ARIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.