20 Mobil Listrik Hyundai Milik Grab Beroperasi di Soekarno-Hatta

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grab Indonesia meluncurkan 20 unit taksi listrik merek Hyundai bertipe  Hyundai IONIQ EV di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Senin, 27 Januari 2020. Peluncuran itu dihadiri oleh Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, dan President Director of Hyundai Motor Indonesia Sung Jo Ha. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Grab Indonesia meluncurkan 20 unit taksi listrik merek Hyundai bertipe Hyundai IONIQ EV di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Senin, 27 Januari 2020. Peluncuran itu dihadiri oleh Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, dan President Director of Hyundai Motor Indonesia Sung Jo Ha. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Grab Indonesia merilis 20 armada mobil listrik merek Hyundai di Gate 2 Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin, 27 Januari 2020. Armada dengan tipe Hyundai IONIQ EV itu mulai dapat dipesan pada Senin siang pukul 12.00 WIB.

    Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan kehadiran armada nol emisi di bandara tersebut merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung akselerasi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Adapun kerja sama dengan Hyundai merupakan kali pertama setelah sebelumnya Grab meluncurkan armada Green Line di Bandara Soekarno-Hatta.

    "Kami targetkan tahun ini bisa menghadirkan 500 unit kendaraan listrik," ujar Ridzki di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin, 27 Januari 2020.

    Secara bertahap, Ridzki melanjutkan, Grab Indonesia akan berkontribusi menghadirkan 2 juta kendaraan listrik di Indonesia hingga 2025. Ia meyakini langkah tersebut dapat menyokong terealisasinya komitmen Indonesia menurunkan emisi gas kaca hingga 29 persen pada 2030.

    Adapun untuk memesan armada ini, Ridzki menjelaskan penumpang bisa menggunakan metode pemesanan Grab Now. Sementara itu, tarif armada listrik ini berselisih 10-15 persen lebih mahal ketimbang armada Grab Indonesia lain. "Kami pastikan layanan ini premium karena mitra yang melayani Grab ini adalah mitra pilihan yang terbaik," ujarnya.

    President Director Hyundai Motors Indonesia Sung Jong Ha mengapresiasi kerja sama pabrikannya dengan Grab Indonesia. Ia mengatakan armada milik entitasnya itu menawarkan pengalaman mobilitas canggih dan termutakhir.

    "Momen ini menjadi pencapaian besar bagi kami untuk mendukung pemerintah Indonesia," ujarnya di tempat yang sama.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan hadirnya kendaraan listrik merupakan sebuah keniscayaan bagi perkembangan transportasi Indonesia pada masa mendatang. Ia yakin, mobil listrik akan diminati oleh generasi milenial yang saat ini sudah semakin sadar terhadap lingkungan.

    Adapun pada masa depan, Budi Karya menjelaskan, pemerintah akan mengupayakan seluruh transportasi massal bakal menggunakan armada nol emisi. "Kami akan adakan secara bertahap," tuturnya.

    Untuk mendukung tumbuhnya kendaraan listrik, Budi Karya meminta PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) menyediakan infrastruktur berupa stasiun pengisian bahan bakar listrik. Terkini, jumlah SPBL di Jabodetabek baru menjangkau 17 titik.

    Direktur Utama PLN Zulfikli Zaini mengatakan perseroannya sedang menggiatkan penambahan SPBL. "Tahun ini kami akan buat menjadi 168 unit," tuturnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.