Erick Thohir Ingat Momen Saat Kobe Bryant Cetak 81 Poin

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara Indonesia Millenial Summit di Jakarta Selatan, Jumat, 17 Januari 2020. TEMPO/Fajar Pebrianto

    Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara Indonesia Millenial Summit di Jakarta Selatan, Jumat, 17 Januari 2020. TEMPO/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir turut mengenang atas kepergian legenda basket NBA Kobe Bryant yang meninggal dalam sebuah kecelakaan helikopter di California, Amerika Serikat, Ahad waktu setempat.

    “Beliau figur yang menyenangkan dan begitu ramah. Saat berbincang dengannya begitu akrab. Sebagai ambassador FIBA dunia, saya sempat berpikir mengundang dia ke Indonesia untuk mempromosikan bola basket. Tapi ternyata kepergiannya begitu cepat,” ujar Erick dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin, 27 Januari 2020.

    Erick yang juga merupakan Central Board of FIBA itu mengenang pertemuan dengan Bryant pada final Piala Dunia Basket 2019 di Cina.

    “Pertemuan terakhir saya dengan beliau adalah pada final Piala Dunia Basket 2019 di Cina. Saat serah terima bendera tuan rumah Piala Dunia Basket 2023, di mana Indonesia menjadi salah satu tuan rumah bersama Jepang dan Filipina,” kata Erick Thohir mengenang pertemuannya dengan pebasket berjuluk black mamba itu.

    Sebagai penggemar Kobe Bryant, Erick mengaku kagum dengan setiap penampilannya di lapangan. Ia masih ingat satu momen yang menurutnya tak terlupakan yaitu ketika Bryant yang bermain untuk Lakers mencetak 81 poin untuk mengalahkan Toronto Raptors pada Januari 2006 silam.

    ”Dia juga tipe pekerja keras yang mampu menjaga kondisi fisiknya. Saat mulai menua dia lebih memilih menembak sebagai senjata utamanya dalam mendulang angka,” kata Erick Thohir.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.