Menhub: Runway 3 Dongkrak Pelayanan di Bandara Soekarno-Hatta

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat akan mendarat di Runway 3, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis 23 Januari 2020. Runway ke-3 & East Conextion Taxi Way Bandara Internasional Soekarno-Hatta diharapkan bisa menjadi solusi kepadatan aktivitas pergerakan pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Saat ini Bandara memiliki tiga landas pacu (runway) yaitu Runway 1 yang terletak di Selatan serta Runway 2 dan Runway 3 di Utara. TEMPO/Subekti.

    Pesawat akan mendarat di Runway 3, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis 23 Januari 2020. Runway ke-3 & East Conextion Taxi Way Bandara Internasional Soekarno-Hatta diharapkan bisa menjadi solusi kepadatan aktivitas pergerakan pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Saat ini Bandara memiliki tiga landas pacu (runway) yaitu Runway 1 yang terletak di Selatan serta Runway 2 dan Runway 3 di Utara. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemangunan sejumlah fasilitas anyar di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, antara lain Runway 3 dan east cross taxi way memang diperlukan untuk memaksimalkan pelayanan penerbangan dalam dan luar negeri.

    Sebabnya, Budi mengatakan Soekarno-Hatta adalah salah satu bandara yang sibuk. "Indonesia sudah lebih dari 81 take-off landing dalam satu jam, itu sudah bandara sibuk nomor 9 atau 10 di dunia, di Asia Tenggara jelas masuk bandara paling sibuk," ujar dia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu, 26 Januari 2020.

    Menurut Budi, selama ini Indonesia merasa tidak punya kapasitas. Namun, dengan kesibukan yang luar biasa, alias 1-2 menit antar pesawat, maka ia merasa fasilitas anyar itu akan sangat membantu untuk lalu lintas di Bandara Soekarno-Hatta. "Namun kalau bicara tugas kita bukan hanya di Bandara Soekarno-Hatta, tapi secara horizontal melayani di Papua, Aceh dan sebagainya, Itu sudah terkontrol dengan baik."

    Dengan adanya fasilitas anyar tersebut, Budi menyebut adanya efisiensi waktu taksi hingga 30 persen. Di samping, mengurangi antrean yang sebelumnya sangat panjang di sana. "Tadi saya tinjau pun tidak ada holding," tuturnya.

    Menguatkan pernyataan Budi, Direktur Utama PT Airnav Novie Riyanto mengatakan adanya fasilitas anyar tersebut akan mengoptimalkan layanan kepada masyarakat. Mengingat dalam sehari pergerakan di sana bisa 1.100-1.300 pergerakan pesawat per hari.

    Penggunaan fasilitas anyar tersebut juga tampak saat musim Natal dan Tahun Baru kemarin. "Saat Nataru, kami sudah menggunakan east cross taxi way, antrean menjadi hanya rata-rata tiga pesawat dari sebelumnya sepuluh," tuturnya. Artinya antrean tersebut berhasil direduksi.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada hari ini meresmikan landasan pacu (runway) 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. "Pada sore hari ini saya resmikan Runway 3, East Cross Connection Taxiway, Terminal 3, dan Gedung VIP Bandara Internasional Soekarno-Hatta," katanya di Kompleks Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 23 Januari 2020.

    Jokowi berharap dengan adanya tambahan landasan pacu dan gedung VIP ini pelayanan di Bandara Soekarno-Hatta menjadi lebih baik. "Kemudian pengaturan manajemen untuk datang dan pergi, take off dan landingnya, juga akan kapasitas akan lebih banyak," ucapnya.

    CAESAR AKBAR | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.