Imlek 2020, Asita Sebut Wisatawan Tak Banyak Berlibur

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penari Naga Liong menghibur pengunjung saat Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, 26 Januari 2020. Penampilan dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Imlek ke 2571. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Penari Naga Liong menghibur pengunjung saat Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, 26 Januari 2020. Penampilan dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Imlek ke 2571. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Momentum libur Tahun Baru Imlek 2020 diperkirakan tidak akan berkontribusi banyak dalam menambah jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara.

    Wakil Ketua  Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Budijanto Ardiansjah mengungkapkan alasan wisatawan domestik cenderung menahan diri untuk berplesir saat liburan imlek kali ini, dikarenakan memang orang-orang sebelumnya telah berlibur dan mengahbiskan uangnya saat hari Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

    "Libur imlek hanya sehari dan kebetulan tidak jauh jaraknya dari libur Nataru kemarin," kata dia saat dihubungi, Sabtu, 25 Januari 2020.

    Selain karena waktu liburan Imlek yang berdekatan dengan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Budijanto mengatakan, wisatawan domestik cenderung belum terbiasa untuk berlibur pada waktu Imlek, sehingga masyarakat enggan untuk mengambil cuti pada masa Tahun Baru Cina guna memperpanjang masa liburannya.

    "Trennya keliatan hampir sama (tidak ada peningkatan dari liburan Imlek tahun-tahun sebelumnya),  apalagi tahun ini berdekatan dengan libur Nataru," ujarnya.

    Kemudian untuk kunjungan wisman, Budijanto memperkirakan angka kunjungannya ke Indonesia saat libur Imlek tahun ini juga tidak akan lebih baik.

    Menurutnya, pada saat perayaan Tahun Baru Cina, wisman paling banyak  terutama pergi ke Bali berasal dari Cina. Sedangkan saat ini sedang ramai wabah Virus Corona, sehingga mayoritas maskapai nasional dan internasional memberhentikan penerbangan dari dan menuju Wuhan, Cina.

    Dengan kejadian ini, praktis  akan sangat berdampak terhadap kunjungan wisatawan asal Cina ke Indonesia, yang memang  mereka mendominasi  wisman asal negara lain menurut catatan BPS pada Januari tahun lalu mencapai 176.334 orang.

    Sehingga Budijanto pun tidak yakin pada liburan Imlek tahun ini bisa menembus pencapaian wisman ke Indonesia pada Januari 2019 sebanyak 1,16 Juta.

    "Mudah-mudahan endemi tersebut bisa teratasi sehingga pariwisata inbound and outbound (dari dan ke Cina) bisa segera normal kembali," ungkapnya.

    Kemudian Budijanto berharap kepada pemerintah guna mendongkrak kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara pada Tahun Baru Cina, harus gencar membuat banyak program menarik dan terkait dengan Imlek di banyak daerah. "Sehingga membuat daya tarik mereka untuk datang ke Indonesia," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.