Diisolasi di Rumah Sakit, Kru Lion Air Negatif Virus Corona

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas petugas medis saat menangani pasien virus Corona di rumah sakit di Wuhan, Cina. THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO via REUTERS

    Aktivitas petugas medis saat menangani pasien virus Corona di rumah sakit di Wuhan, Cina. THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang penerjemah bahasa (interpreter) Lion Air yang ikut dalam penerbangan Guangzhou – Manado yang sempat mendapat perawatan medis di salah satu rumah sakit akhirnya dinyatakan negatif Virus Corona.

    Lewat siaran pers, Lion Air menyatakan penerbangan internasional nomor JT-2740 dari Guangzhou melalui Bandar Udara Internasional Baiyun Guangzhou di Distrik Huadu atau 28 kilometer utara dari pusat kota Guangzhou, Provinsi Guangdong, Republik Rakyat Tiongkok tujuan Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, dijalankan sesuai prosedur.

    “Penerbangan JT-2740 pada Jumat, 24 Januari 2020 sebelum keberangkatan dipersiapkan secara baik. Pesawat mengudara dari Baiyun Guangzhou pukul 22.15 waktu setempat (Time in Guangzhou, Guangdong, GMT+ 08) dan mendarat hari berikutnya Sabtu, 25 Januari 2020 di Sam Ratulangi pada 02.15 Waktu Indonesia Tengah (WITA, GMT+ 08),” ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, Minggu, 26 Januari 2020.

    Seorang karyawan wanita (interpreter) yang dites suhu badannya oleh tim medis menunjukan 38 derajat. Sebagai tindakan preventif, yang bersangkutan sudah mendapatkan penanganan cepat dan perawatan medis di salah satu rumah sakit di Manado.

    “Informasi terakhir bahwa suhu tubuh sudah normal 36 derajat dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda demam dan radang paru atau pneumonia sesuai kriteria,” katanya.

    Sehubungan layanan penerbangan internasional terutama ke beberapa kota tujuan di China, Lion Air telah melakukan antisipasi yang mengacu pada surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia No. SR.01.0111/5888/2019 tentang Pemberitahuan Kewaspadaan Penyakit Polio pada 30 Desember 2019, dan No PM.04.021111143/2020 tentang Kesiapsiagaan dan Antisipasi Penyebaran Penyakit Pneumonia Berat yang belum diketahui etiologinya pada 03 Januari 2020.

    Dalam tindakan pencegahan dimaksud, merekomendasikan guna menyediakan dan melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai prosedur yang berlaku serta menyediakan dan menggunakan masker, sarung tangan (hand gloves) dan cairan/ gel pembersih tangan (hand sanitizer) guna antisipasi tertular pada awak pesawat dan petugas layanan darat.

    Hal tersebut sebagai langkah antisipasi sesuai pemberitahuan larangan perjalanan dari otoritas Wuhan mengenai dampak wabah Virus Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.