Kecelakaan Bus Terus Berulang, Kemenhub Kumpulkan 350 Operator

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar  saat mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 16 Desember 2019. TEMPO/Subekti.

    Dari kiri: Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar saat mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 16 Desember 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumpulkan 350 lebih operator atau pimpinan perusahaan bus pariwisata dan reguler. Operator dikumpulkan setelah adanya rentetan kecelakaan bus dalam berapa bulan terakhir.

    “Ini jadi momentum penting bagi kami untuk untuk meningkatkan aspek keselamatan,,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi di Kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat, 24 Januari 2020.

    Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Kepala Korps Lalu Lintas Polri pun hadir memberikan wejangan bagi ratusan operator ini. Selain itu, setelah pertemuan ini, mereka akan mengikuti pelatihan bersama Kemenhub untuk masalah keselamatan.

    Dalam beberapa bulan terakhir, setidaknya ada tiga kecelakaan bus. Pertama, kecelakaan bus di Pagaralam, Sumatera Selatan pada 24 Desember 2019. 24 orang tewas.  

    Kedua, kecelakaan bus di Subang, Jawa Barat, pada 18 Januari 2020. Sembilan orang tewas dalam kejadian ini.

    Ketiga, kecelakaan bus Damri di jalan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten pada 23 Januari 2020. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

    Di akhir pertemuan, Kemenhub pun meminta ratusan pengusaha bus ini menyampaikan tiga komitmen mereka di depan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Pertama yaitu memberikan pelayanan transportasi yang aman, nyaman, handal, dan profesional.

    Kedua, siap meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ketiga, patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara