Virus Corona, Garuda Awasi Penerbangan Cina dan Hong Kong

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan maskapai Ethiopian Airlines ketika bertolak menuju Nairobi, Kenya, pada 10 Maret 2019 membuat sejumlah negara memutuskan untuk melarang Boeing 737 Max 8 beroperasi kembali, salah satunya yakni pada Maskapai Garuda Indonesia. TEMPO/Rully Kesuma

    Jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan maskapai Ethiopian Airlines ketika bertolak menuju Nairobi, Kenya, pada 10 Maret 2019 membuat sejumlah negara memutuskan untuk melarang Boeing 737 Max 8 beroperasi kembali, salah satunya yakni pada Maskapai Garuda Indonesia. TEMPO/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk meningkatkan upaya antisipasi penyebaran virus corona yang saat ini terpusat di Wuhan, Cina. Meski tidak memiliki penerbangan langsung ke Wuhan, Garuda memantau seluruh penerbangan internasional mereka, khususnya dua rute yaitu Hong Kong dan rute Cina lainnya.

    “Kami secara seksama turut mematuhi seluruh kebijakan regulator,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, 25 Januari 2020.

    Salah satunya, kata Irfan, yaitu melalui kebijakan menyampaikan dokumen kesehatan general declaration of health dan manifes penumpang. Dokumen itu diserahkan kepada petugas kesehatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) terminal penerbangan internasional.

    Nantinya, pihak KKP akan menerima dokumen sesaat setelah pesawat mendarat untuk flight yang melayani penerbangan langsung maupun transit. “Khususnya dari Cina dan Hong Kong" kata Irfan.

    Sampai hari ini, Otoritas Cina mengatakan 41 orang telah meninggal terkena virus corona. Sementara, 1.287 orang lainnya telah terinfeksi virus ini, seperti dilansir National Health Commission.

    Selain itu, Garuda Indonesia juga melakukan upaya pencegahan untuk seluruh kru mereka. Di antaranya meningkatkan pemahaman atas pola penyebaran virus, merekomendasikan penggunaan alat pelindung dini seperti masker hingga hand sanitizer.

    Selain itu, kata Irfan, Garuda juga memastikan kondisi kesehatan awak pesawat. Lalu, Garuda juga akan  memastikan seluruh awak pesawat telah mendapatkan waktu istirahat yang cukup pada saat menjalankan tugasnya.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.