Saran ke Direksi Garuda, Triawan Munaf: Akhlak Jadi Nomor Satu

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar menunjukkan nama Triawan Munaf yang ditetapkan sebagai Komisaris Utama dalam RUPSLB saat keterangan pers di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu, 22 Januari 2020. Selain Triawan, nama Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid didapuk menjadi Komisaris Independen PT Garuda Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

    Layar menunjukkan nama Triawan Munaf yang ditetapkan sebagai Komisaris Utama dalam RUPSLB saat keterangan pers di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu, 22 Januari 2020. Selain Triawan, nama Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid didapuk menjadi Komisaris Independen PT Garuda Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Triawan Munaf berkukuh ingin memperbaiki citra perseroan. Ia menginginkan manajemen maskapai pelat merah menomor-satukan akhlak pada masa mendatang. 

    "Kami (Dewan Komisaris Garuda) akan memberikan masukan kepada direksi untuk menomor-satukan akhlak. Kami mau bisnis ini tidak hanya memikirkan untung dan rugi meski memang harus untung," ujar Triawan di kantor Kementerian BUMN, Jumat, 25 Januari 2020.

    Triawan mengatakan hal itu sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir. Adapun persoalan akhlak ini juga menjadi agenda perseroan untuk meningkatkan kinerja manajemen.

    Menurut Triawan, dengan mengutamakan akhlak, persepsi publik terhadap Garuda Indonesia akan berubah. Baru-baru ini, citra Garuda Indonesia memang sempat melorot lantaran didera banyak kasus.

    Garuda sempat bermasalah lantaran direksi lamanya tersangkut kasus rangkap jabatan komisaris saat menjalin kerja sama manajemen dengan Sriwijaya. Selanjutnya, direksi lama melakukan praktik penyelundupan kargo gelap yang membuat sejumlah pimpinan dicopot.

    "Jadi kami ingin kinerja karyawan membaik dan persepsi masyarakat juga baik. Dengan begitu, keduanya seimbang," tuturnya.

    Selanjutnya, Triawan juga menginginkan adanya transparansi manajemen kepada publik. Ia menyebut dengan keterbukaan informasi, Garuda Indonesia akan menjadi perusahaan pelat merah yang dekat dengan masyarakat. Ia pun memungkinkan perusahaan akan merespons dengan cepat keluhan-keluhan yang disampaikan masyarakat terhadap maskapai.

    "Kami ingin bisnis ini harus jadi bisnis kebahagiaan yang menyenangkan bagi penumpang," tuturnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.