Freeport Indonesia: Produksi Emas Turun 64,27 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah memindahkan tembaga bekas untuk diolah di PT Smelting, Gresik, Jawa Timur, Kamis (20/6) PT Smelting memperoleh pasokan konsentrat tembaga sebesar 1 juta ton dari PT Freeport Indonesia dan dari Amman Mineral Nusa Tenggara sebanyak 100 ribu ton. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja tengah memindahkan tembaga bekas untuk diolah di PT Smelting, Gresik, Jawa Timur, Kamis (20/6) PT Smelting memperoleh pasokan konsentrat tembaga sebesar 1 juta ton dari PT Freeport Indonesia dan dari Amman Mineral Nusa Tenggara sebanyak 100 ribu ton. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kinerja produksi PT Freeport Indonesia (PTFI) sepanjang tahun lalu mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan dengan 2018. 

    President & CEO Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson mengatakan penurunan tersebut terjadi karena adanya transisi penambangan dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah.

    "Kinerja di kuartal IV/2019 lebih baik dari kuartal IV/2018, meski secara keseluruhan mengalami penurunan. Ini mencerminkan perpanjangan penambangan di Grasberg open pit yang selesai pada Desember 2019," ujarnya dalam conference call yang dilaksanakan Jumat 24 Januari 2020.

    Berdasarkan laporan operasi dan keuangan 2019 Freeport-McMoRan Inc., produksi tembaga Freeport Indonesia sepanjang periode Januari-Desember 2019 sebanyak 607 juta pounds. Jumlah tersebut anjlok 47,67 persen dari produksi tembaga 2018 sebanyak 1,16 juta pounds.

    Penjualan tembaga Freeport Indonesia juga mengalami penurunan tajam. Sepanjang tahun lalu penjualan tembaga Freeport Indonesia hanya 667 juta pounds, turun 40,9 persen bila dibandingkan dengan penjualan 2018 sebanyak 1,13 miliar pounds.

    Selain itu, harga jual rata-ratanya juga mengalami penurunan dari US$2,89 per pounds menjadi US$2,72 per pounds 

    Hasil serupa juga terjadi untuk komoditas emas. Produksi emas Freeport Indonesia pada 2019 tercatat sebanyak 863.000 ounces, merosot tajam sebesar 64,27 persen dari realisasi produksi pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 2,49 juta ounces.

    Penjualannya pun mengalami turun signifikan sebesar 58,87 persen dari 2,37 juta ounces menjadi 973.000 ounces sepanjang tahun lalu. 

    Namun, rerata harga jual emas 2019 mengalami kenaikan menjadi US$1.416 per ounce dari rerata harga jual 2018 senilai US$1.254 per ounce.

    Dia memperkirakan volume penjualan konsolidasi dari Freeport Indonesia akan mendekati 750 juta pounds tembaga dan 0,8 juta ounces emas pada tahun 2020.

    "Karena PTFI terus meningkat produksi dari badan bijih bawah tanahnya, produksi logam diharapkan meningkat secara signifikan pada 2021," kata Richard.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.