Kata Bos Garuda Irfan Setiaputra Soal Direksi Diisi Orang Lama

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra (tengah) bersama enam direktur lainnya dalam acara temu media di kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Kamis, 23 Januari 2020. TEMPO/Francisca

    Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra (tengah) bersama enam direktur lainnya dalam acara temu media di kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Kamis, 23 Januari 2020. TEMPO/Francisca

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra meminta masyarakat tak memasalahkan posisi orang-orang lama di perseroan yang saat ini menjabat sebagai direktur perusahaan. Menurut dia, kursi dewan direksi itu telah dipilih oleh pemegang saham melalui proses yang panjang.

    "Yang milih bukan saya, tapi pemegang saham. Tentu pemegang saham memilih berdasarkan proses diskusi dan berbagai pertimbangan," ujar Irfan di kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Januari 2020.

    Irfan mengatakan keberadaan orang-orang lama di sejumlah kursi direktur penting untuk keberlanjutan perusahaan. Menurut dia, orang-orang lama inilah yang sejatinya benar-benar mengetahui seluk-beluk perseroan.

    Dia mengatakan pemilihan orang-orang internal untuk duduk di kursi perusahaan akan membangkitkan motivasi karyawan. Ia memandang, perusahaan justru tak sehat seumpama tidak ada pejabat karier yang mengisi pos dewan direksi.

    Selebihnya, Irfan meyakinkan bahwa tokoh-tokoh yang saat ini menjabat sebagai dewan direksi adalah orang-orang terpilih. "Saya sudah diskusi dengan tim dan mereka very-very profesional," katanya.

    Mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) itu lalu meminta sejumlah pihak tak melulu memandang masa lalu. "Jangan lihat masa lalu. Sekarang kita lihat ke depan saja," ujarnya.

    Rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB Garuda Indonesia pada 22 Januari lalu telah menetapkan delapan nama sebagai direktur baru emiten berkode GIAA ini. Sejumlah jabatan tampak diisi oleh nama-nama lama di Garuda Indonesia.

    Nama-nama lama itu adalah Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Fuad Rizal, Direktur Operasi Tumpal Manumpak Hutapea, Direktur Human Capital : Aryaperwira Adileksana, Direktur Teknik Rahmat Hanafi, dan Direktur Niaga dan Kargo M. Rizal Pahlevi. Adapun nama dari kalangan eksternal Garuda selain Irfan adalah Wakil Direktur Utama Dony Oskaria dan Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan IT Ade R. Susardi.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.