Cari Utang Baru, Garuda Indonesia Sewa Negosiator

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra (tengah) bersama enam direktur lainnya dalam acara temu media di kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Kamis, 23 Januari 2020. TEMPO/Francisca

    Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra (tengah) bersama enam direktur lainnya dalam acara temu media di kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Kamis, 23 Januari 2020. TEMPO/Francisca

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra tengah memikirkan sejumlah opsi untuk merampingkan utang-utang perseroan yang hampir jatuh tempo. Salah satunya dengan mencari pinjaman lain guna menutupi tanggungan-tanggungan sebelumnya. 

    "Utang jatuh tempo ini akan kami upayakan untuk ditutup dengan utang-utang baru sambil kita mencari profit. Begitu caranya kita bisa continue," ujar Irfan di kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Januari 2020.

    Untuk memperoleh duit pinjaman, Irfan memungkinkan perseroannya menyewa negosiator yang akan bertugas mencari kreditur. Negosiator nantinya akan menjalin komunikasi dengan calon kreditur dan melakukan tawar-menawar agar perseroan memperoleh nilai terbaik dalam pinjaman.

    Negosiator juga akan mencari perusahaan leasing yang mampu memberikan harga sewa pesawat dengan nilai terbaik agar perseroan dapat menghemat ongkos produksi. Menurut Irfan, negosiator dapat membantu menekan komponen harga pokok produksi atau HPP yang dikeluarkan perusahaan untuk operasional harian.

    Irfan mengakui, perusahaan maskapai tersebut saat ini tak bisa lepas dari utang. Namun, untuk mengurangi utang, pihaknya akan berupaya membuat perseroan profit setahap demi setahap.

    Menurut mantan Direktur PT Industri Telekomunikasi Indonesia atau Inti (Persero) ini, rencana tersebut telah dikonsolidasikan bersama dewan direksi dan dewan komisaris. "Hari kedua ini kami sudah bicara dengan tim. Kami berupaya memperbaiki," ujarnya.

    Dalam laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, utang jatuh tempo Garuda Indonesia pada Mei 2020. Angka setara dengan US$ 500 juta atau sekitar Rp 6,82 triliun. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.