Menhub Minta Garuda Gelar Diskon untuk Dongkrak Jumlah Penumpang

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Pesawat Garuda Indonesia. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hari ini bertemu dengan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Irfan Setiaputra dan jajaran direksi baru lainnya. Kepada Irfan Cs, Budi meminta Garuda meningkatkan load factor atau jumlah keterisian penumpang dalam pesawat.

    Saat ini, penerbangan Garuda rata-rata hanya diisi oleh 70 persen penumpang. “Yang 30 persen ini kan sayang,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat, 24 Januari 2020.

    Untuk itu, Budi meminta Garuda meningkatkan load factor, setidaknya hingga 85 persen. Caranya, dengan menjual tiket jauh-jauh hari, sekitar 3 bulan sebelumnya dengan harga promo. 

    Menhub pun mengusulkan harga tiket yang dijual lebih awal ini, bisa lebih merah. “Jadi tetap bisa meningkatkan keterisian pesawat walau ada diskon tiket,” kata dia.

    Cara kedua, Budi mengusulkan adanya kerja sama antara penerbangan Garuda Indonesia dengan sejumlah hotel. Kerja sama ini dirangkai dalam satu bentuk paket wisata. Sehingga, harga keduanya bisa lebih mudah.

    Ketiga, Menhub Budi karya mengusulkan agar maskapai pelat merah ini bisa menjual tiket lebih murah, untuk hari dan jam tertentu. Salah satunya pada waktu-waktu penerbangan sepi. 

    Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menyebut ada pesan khusus dari Budi Karya soal harga tiket pesawat murah ini. “Beliau sampaikan, soal tarif itu jangan menutup diri, jangan ngotot,” kata Irfan di lokasi yang sama.

    Ia memastikan, usulan-usulan dari Budi Karya akan segera ditindaklanjuti oleh maskapai Garuda. Tapi, Irfan tidak dapat memastikan harga tiket langsung turun dengan adanya kajian ini. “Kalau dikaji, kan macam-macam hasilnya,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.