Sowan ke Ketua PBNU, Ini Alasan Menkeu Sri Mulyani

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan wejangan kepada 3200 lulusan PKN STAN yang jadi egawai baru Kementerian Keuangan di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan wejangan kepada 3200 lulusan PKN STAN yang jadi egawai baru Kementerian Keuangan di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama beberapa pejabat Eselon 1 Kementerian Keuangan berkunjung atau sowan ke Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj pada Rabu, 22 Januari 2020 lalu. 

    "Silaturahmi ini juga untuk menyambung komunikasi dan sekaligus "sowan" untuk mendengar langsung pandangan, perhatian dan keprihatinan bahkan kritikan serta harapan dari PBNU mengenai kondisi sosial ekonomi," tulis Sri Mulyani dalam unggahan di akun instagramnya @smindrawati pada Jumat, 24 Januari 2020.

    Menurut Sri Mulyani, kunjungan tersebut bertujuan untuk membuka pandangan dan pemikiran Kemenkeu sebagai pengelola keuangan dan bendahara negara dari para pemangku kepentingan di masyarakat. Masukan dan kritikan tersebut akan menjadi pertimbangan untuk terus menyempurnakan kebijakan fiskal dan keuangan negara, demi kemakmuran dan keadilan masyarakat dalam hak ekonomi dan sosial.

    Lebih lanjut Sri Mulyani menuliskan, kunjungan tersebut untuk membahas soal pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil yang dinilai perlu mendapatkan perhatian dan penguatan. Sehingga, ia merasa perlu untuk mendiskusikan program-program pemberdayaan, mulai dari Kredit Usaha Rakyat dan Kredit Ultra Mikro.

    Dalam pertemuan dengan KH Said Aqil, kata Sri Mulyani, juga sempat dibahas  program pemerintah untuk mendukung madrasah dan pesantren. Dukungan itu diberikan pemerintah dalam bentuk beasiswa serta bantuan operasional.

    Sri Mulyani juga menyebutkan bantuan yang telah disalurkan pemerintah kepada beberapa koperasi NU melalui program pembiayaan Ultra Mikro (UMi) untuk pengusaha sangat kecil. Bantuan tersebut diberikan kepada Koperasi Sidogiri sebesar Rp 81,9 miliar, Koperasi Nusa Umat Sejahtera sebesar Rp 103, 5 miliar, dan Koperasi Nuansa Umat Jawa Timur sebesar Rp 51 miliar.

    Menurut Sri Mulyani, segala saran dan masukan yang didapat dari pertemuannya dengan KH Said Aqil Siradj akan ditindaklanjuti untuk memperkuat kerja sama antara Kemenkeu dan Lembaga Perekonomian NU. Kerja sama ini juga diharapkan dapat menjangkau koperasi NU lainnya agar mendapatkan bantuan dari program UMi dan membantu para santri yang ingin memulai berwirausaha.

    Kedua belah pihak terlihat bukan saja melakukan diskusi namun juga doa bersama dalam sepuluh foto yang diunggah. Dia juga menuliskan ucapan selamat ulang tahun kepada Nahdatul Ulama ke 94. "(NU) organisasi kemasyarakatan yang ikut melahirkan dan membesarkan serta menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia," tulis Sri Mulyani di akhir unggahan.

    DEA REZKI GERASTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara