Irfan Setiaputra Dirut Garuda, Sigfox Indonesia Tunjuk Bos Baru

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra (tengah) bersama enam direktur lainnya dalam acara temu media di kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Kamis, 23 Januari 2020. TEMPO/Francisca

    Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra (tengah) bersama enam direktur lainnya dalam acara temu media di kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Kamis, 23 Januari 2020. TEMPO/Francisca

    TEMPO.CO, Jakarta - Sigfox Indonesia menunjuk Johnny Swandi Sjam sebagai Chief Executive Officer Sigfox Indonesia. Johnny menggantikan Irfan Setiaputra, yang baru saja dilantik menjadi direktur utama perusahaan maskapai pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

    Irfan menjabat sebagai CEO Sigfox Indonesia sejak berdirinya pada awal tahun 2019. Perseroan memastikan seluruh kegiatan operasional Sigfox Indonesia tetap berjalan seperti biasa selama masa peralihan tersebut.

    “Selamat untuk Irfan atas jabatan barunya," kata Johnny Swandi dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 Januari 2020. "Tugas saya adalah untuk meneruskan bisnis yang sudah dirintis oleh Irfan beserta tim sebagai landasan peluncuran Sigfox Indonesia dalam mendukung Indonesia menuju transformasi digital sesuai keahlian Sigfox di bidang Low Powered IoT (internet of things)."  

    Johnny Swandi Sjam. Tempo/Ratih Purnama

    Johnny memastikan perusahaannya akan terus membangun ekosistem dan mendorong Indonesia untuk menjadi negara yang menerapkan sistem industri 4.0 sepenuhnya. Ia pun bukan wajah baru di perseroan.

    Bersama Irfan, ia merupakan salah satu penggerak Sigfox Indonesia sejak pertama berdiri. Ia memiliki pengalaman di bidang industri ICT dan pernah memimpin berbagai perusahaan di bidang ICT. Salah satu pengalaman Johnny antara lain mengawal perubahan dari Satelindo menjadi Indosat. Ia pun dinilai memiliki jaringan yang sangat kuat di industri teknologi informasi.

    Sigfox adalah pengelola jaringan IoT terbesar di dunia yang berpusat di Prancis dan saat ini beroperasi di 60 negara. Jaringan Sigfox menjangkau 1 miliar orang di seluruh dunia dan meliputi area seluas 4.7 juta km persegi. Saat ini sudah ada 555 peralatan yang tersertifikasi oleh Sigfox.

    Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN resmi menunjuk Irfan Setiaputra sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Penetapan nama tersebut diumumkan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB hari ini, Selasa, 22 Januari 2020, di kantor Garuda City Center (GCC), kompleks Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

    "Sebagai pimpinan rapat RUPSLB PT Garuda Indonesia tanggal 22 Januari 2020 tadi acaranya sudah selesai. Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Komisaris Utama Pak Triawan Munaf. Wakil Komsaris Utama Chairal Tanjung," kata Komisaris Utama Garuda Indonesia periode lalu, Sahala Lumban Gaol, di kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020.

    Irfan menyingkirkan sejumlah nama yang sebelumnya sempat disorongkan Menteri BUMN Erick Thohir kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Adapun Irfan akan menggantikan pemimpin sebelumnya, Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara yang dicopot karena tersangkut kasus kargo gelap.

    Selain direktur utama, RUPSLB juga mengangkat Dony Oskaria sebagai Wakil Direktur Garuda Indonesia. Ada pula empat nama untuk mengisi jabatan dewan direksi yang saat ini tengah lowong.

    Keempatnya adalah Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha. Kemudian Direktur Operasi, Direktur Human Capital, serta Direktur Teknik dan Layanan. Posisi direktur-direktur tersebut sebelumnya dijabat secara rangkap oleh Direktur Keuangan Fuad Rizal dan Direktur Niaga Pikri Ilham.

    Tak hanya menunjuk sejumlah nama untuk mengisi jajaran dewan direksi, RUPSLB turut mengumumkan pengangkatan Komisaris Utama Garuda Indonesia Triawan Munaf. Dia didapuk menggantikan Sahala Lumban Gaol.

    FRANCISCA CHRISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.