Amazon Akan Investasi di RI, Menperin: Dorong Industri Digital

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jeff Bezos, pendiri Amazon.com, merogoh kocek hingga US$ 42 juta atau sekitar Rp 411 miliar untuk membuat jam yang bisa bertahan hingga 10 ribu tahun ke depan. Jam jangka panjang ini akan dibuat di Texas. REUTERS/Shannon Stapleton

    Jeff Bezos, pendiri Amazon.com, merogoh kocek hingga US$ 42 juta atau sekitar Rp 411 miliar untuk membuat jam yang bisa bertahan hingga 10 ribu tahun ke depan. Jam jangka panjang ini akan dibuat di Texas. REUTERS/Shannon Stapleton

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa perusahaan penyedia layanan komputasi awan asal Amerika Serikat, Amazon Web Services (AWS) akan menanamkan invetasi di Indonesia. Ia optimistis, jika rencana investasi tersebut terealisasi akan mendorong penguatan industri digital dalam negeri.

    “Jadi, kami menyambut baik rencana investasi Amazon Web Services, Inc. (AWS) di Indonesia. Kami harapkan ini akan memacu pengembangan sektor manufaktur, startup hingga industri kecil dan menengah (IKM) di Tanah Air untuk bertransformasi ke arah industri 4.0,” kata Agus melalui keterangan tertulis, Kamis, 23 Januari 2020.

    Agus menjelaskan, keinginan untuk menanamkan modal di Indonesia itu dikemukakan Vice President Global Public Policy Amazon Web Service, Michael Punke dalam pertemuan di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2020 di Davos, Swiss. Perusahaan yang merupakan divisi layanan teknologi milik Amazon ini akan membuka kawasan infrastruktur atau AWS region di Jakarta pada akhir tahun 2021 atau awal 2022.

    "Investasi ini sangat penting, karena akan mendukung posisi Indonesia sebagai digital hub yang strategis untuk pelanggan AWS," ungkap Agus.

    Ia menuturkan, dengan adanya Amazon Web Service region di Indonesia, nantinya para pelaku perusahaan rintisan hingga korporasi besar dapat memanfaatkan teknologi-teknologi canggih dari infrastruktur tersebut. Agus mencontohkan teknologi analitik, artificial intelligent, Internet of Things (IoT), machine learning, layanan mobile, dan infrastruktur teknologi informasi serverless yang tujuannya untuk menghasilkan inovasi.

    “AWS region di Indonesia tentunya akan mendukung ekosistem startup agar bisa tumbuh pesat, serta membantu menciptakan lebih banyak pekerjaan dan perusahaan di sektor teknologi. Selain itu, dapat mendorong ekonomi nasional dan juga memungkinkan perusahaan-perusahaan di berbagai sektor untuk menurunkan biaya dan meningkatkan fleksibilitas,” tutur Agus.

    Agus menambahkan, perusahaan asal Amerika Serikat itu juga berencana melaksanakan program peningkatan keterampilan cloud computing yang dirancang untuk membantu transformasi digital di Indonesia. Upaya ini termasuk dengan menetapkan target untuk melatih ratusan ribu sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam berbagai keahlian layanan cloud pada tahun 2025.

    “Amazon akan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dan instansi pelatihan terkait, termasuk lembaga pendidikan,” ujarnya.

    Amazon Web Service Region di Jakarta nantinya bakal menjadi yang kesembilan untuk kawasan Asia Pasifik. Sebelumnya, sudah ada AWS di Beijing, Mumbai, Ningxia, Seoul, Singapura, Sydney, Tokyo, dan Hong Kong. AWS Jakarta rencananya terdiri dari tiga Availability Zone.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.