Lelang Proyek Teknologi Nirsentuh Gerbang Tol Dimulai April

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan bermotor melintas di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Senin, 23 Desember 2019. Memasuki H-2 Natal 2019, arus kendaraan bermotor terpantau lancar di gerbang tol tersebut pada Senin sore hingga malam. Sementara itu, sepanjang 20-22 Desember 2019 PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sudah 521.739 kendaraan meninggalkan Jakarta menuju wilayah Timur, Barat, dan Selatan Pulau Jawa. ANTARA

    Sejumlah kendaraan bermotor melintas di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Senin, 23 Desember 2019. Memasuki H-2 Natal 2019, arus kendaraan bermotor terpantau lancar di gerbang tol tersebut pada Senin sore hingga malam. Sementara itu, sepanjang 20-22 Desember 2019 PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sudah 521.739 kendaraan meninggalkan Jakarta menuju wilayah Timur, Barat, dan Selatan Pulau Jawa. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, proses lelang implementasi Teknologi Nirsentuh (Multi-lane free flow) pada gerbang tol akan dimulai pada April 2020. Dengan demikian, pemenang lelang diharapkan sudah dapat diumumkan pada akhir tahun ini.

    Basuki menuturkan, hingga saat ini, baru Hungaria yang sudah menyiapkan dokumen untuk tender. “Jadi meskipun Pemerintah Hungaria merupakan pemrakarsa teknologi tersebut, mereka harus tetap mengikuti proses lelang. Selayaknya proses lelang, jika nanti ada pihak lain menawarkan teknologi yang sama dengan harga yang lebih rendah, maka pihak dari Hungaria berhak untuk menyamakan penawaran (right to match),” kata dia melalui siaran pers, Kamis, 23 Januari 2020.

    Basuki mengungkapkan, pihaknya telah menerima prakarsa proyek tersebut dari perusahaan asal Hungaria, yakni Roatex Ltd. Zrt . Pemerintah pun telah menyetujuinya sebagai pemrakarsa proyek sejak 31 Oktober 2019 lalu. Saat ini perusahaan asal Eropa Tengah itu sedang menyempurnakan studi kelayakan, serta menyiapkan dokumen badan usaha yang akan melaksanakan dan mengelola pembayaran non tunai MLFF di gerbang tol, paling lambat 31 Januari 2020.

    Sementara itu, Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria, Peter Szijjarto mengatakan, guna membangun sistem teknologi nirsentuh pada gerbang tol dibutuhkan biaya sekitar US$ 90 juta atau Rp 1,2 triliun (kurs Rp 13.637). "Namun nanti tergantung proses lelang dengan kompetisi," ucapnya.

    Direktur Perumusan Kebijakan dan Evaluasi, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Hery TZ mengatakan perusahaan asal Hungaria tersebut sudah menawarkan teknologi GNSS atau Global Navigation Satellite System (GNSS). "Jika dibandingkan dengan RFID (Radio Frequency Identification atau Pengenal Frekuensi Radio) yang telah diterapkan saat ini membutuhkan alat pembaca di setiap tempat, tapi kalau satelit alat pembacanya tidak harus di setiap tempat. Sehingga bisa lebih murah," kata Hery.

    GNSS merupakan sistem pembayaran yang menggunakan alat yang dipasang di mobil dan dibaca lewat satelit. Penggunaan GNSS banyak diterapkan di negara-negara Eropa Timur termasuk Hungaria.

    Meskipun begitu, Hery menyatakan penerapan teknologi nirsentuh pada gerbang tol akan dilakukan secara bertahap dengan peralihan ke sistem RFID terlebih dulu. "Kalau teknologi MLFF nanti semua kendaraan harus diregistrasi terlebih dulu, sehingga pada tahap awal akan dipakai dulu sistem RFID untuk meregister. Setelah semua 100 persen terdaftar baru pindah ke GNSS," ungkapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.