Bakal Rombak Asabri, Kementerian BUMN Koordinasi dengan Prabowo

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arya Sinulingga. ANTARA/Ismar Patrizki

    Arya Sinulingga. ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, JakartaStaf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara Arya Sinulingga memastikan akan ada perombakan di jajaran direksi PT Asabri (Persero). Namun, ia mengatakan perihal tersebut masih akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pertahanan.

    "Ada refreshing, tapi kami berkoordinasi dengan Kemenhan, ada usulan menempatkan profesional di sana, tapi kami tetap akan berkoordinasi dengan Pak Prabowo (Menteri Pertahanan Prabowo Subianto)," ujar Arya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020. Kendati demikian, ia mengatakan masih akan ada direksi lama yang dipertahankan.

    Hal ini menguatkan pernyataan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Kartika Wirjoatmodjo mengatakan kementeriannya bakal merombak manajemen Asabri. Perombakan dilakukan mengingat adanya dugaan kasus rasuah di tubuh perseroan tersebut.

    "Ya pasti (ada perombakan), saya kira," ujar Kartika di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin, 13 Januari 2020. Ia mengatakan, perombakan itu direncanakan dilakukan tahun ini. Namun, ihwal tersebut masih akan dibicarakan dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

    Kartika sebelumnya memperkirakan penyelesaian persoalan Asabri akan berbeda dengan langkah-langkah penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). "Asabri kan asuransi sosial, penyelesaiannya pasti berbeda dengan Jiwasraya, nanti akan dilihat dengan Pak Menkopolhukam (Mahfud MD)."

    Perbedaan itu, menurut bekas Direktur Utama Bank Mandiri itu, lantaran Asabri adalah asuransi sosial, bukan asuransi umum. "Tidak bisa dalam konteks begitu agak sulit karena dia asuransi sosial."

    Kartika membenarkan, penurunan nilai dalam investasi saham Asabri memang terjadi. Namun, ia belum bisa memastikan jumlahnya lantaran hingga kini masih terus bergerak.

    Kementerian BUMN  juga masih menunggu laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan terkait persoalan tersebut."Jadi kami belum tahu (penyelesaiannya), kami baru mau teliti dulu kejadian seperti apa lost-nya seperti apa, jadi belum ada opsinya," tutur Kartika.

    Seperti diberitakan, sepanjang 2019, saham-saham yang menjadi portofolio Asabri berguguran dan penurunan harga saham dapat mencapai lebih dari 90 persen. Dari keterbukaan informasi, diketahui ada 14 saham yang masuk ke dalam portofolio Asabri. Namun, Asabri memilih untuk melepas seluruh investasinya di PT Pool Advista Finance Tbk. (POOL) pada Desember 2019.

    Akibatnya, saham POOL terjun paling dalam di antara portofolio Asabri lainnya dengan penurunan 96,93 persen sepanjang 2019. Bahkan, saham tersebut disuspensi hingga kini sejak 30 Desember 2019, dengan level harga penutupan Rp 156. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.