Peter F. Gontha Jadi Komisaris Garuda: Tantangannya Sulit

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebisnis dan penggagas Jakarta International Java Jazz Festival, Peter Gontha. TEMPO/Dwianto Wibowo

    Pebisnis dan penggagas Jakarta International Java Jazz Festival, Peter Gontha. TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Independen Garuda Indonesia Peter F Gontha mengungkapkan tugas yang diemban dan diamanahkan kepada dirinya merupakan tantangan yang sulit.

    "Hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yang mengetahui akhir cerita Garuda. Tantangan dan pekerjaan yang luar biasa sulitnya, semoga bisa kita perbaiki," ujar Peter F Gontha dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis.

    Pengusaha nasional tersebut mengatakan bahwa dirinya sudah tidak muda lagi, namun akan terus berjuang untuk memperbaiki kinerja Garuda Indonesia.

    "Apakah saya bisa, sementara umur saya juga tidak muda lagi. Ucapan selamat dan selamat berjuang banyak saya terima, semoga bisa, semoga kita bisa menyelesaikan tugas perbaikan ini," kata Peter F Gontha.

    Menurut dia, bersama dengan tim dewan komisaris dan direksi baru Garuda Indonesia saat ini dia akan mencoba untuk memperbaiki kinerja maskapai pelat merah tersebut.

    "Kita akan tetap semangat mencoba memperbaiki Garuda perusahaan nasional kebanggaan kita semua," ujar Peter F Gontha.

    Peter F Gontha ditetapkan sebagai komisaris independen baru Garuda Indonesia bersama dengan Yenny Wahid dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu, 22 Januari 2020.

    Mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf ditetapkan sebagai komisaris utama, resmi mendampingi mantan Direktur PT Inti Irfan Suraputra yang ditunjuk sebagai direktur utama BUMN penerbangan itu.

    Selain Triawan, beberapa sosok populer seperti politisi Yenny Wahid dan pengusaha Peter F Gontha masuk sebagai komisaris independen Garuda Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.