Menhub Minta Direksi Baru Garuda Tuntaskan Masalah Manajerial

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budi Karya Sumadi tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Budi Karya Sumadi tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan sejumlah pekerjaan rumah darinya untuk Dewan Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. baru. Budi Karya mengatakan,  direksi yang baru saja diangkat melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) ini mesti menuntaskan masalah manajerial.

    "Persoalannya adalah manajerial. Ada beban masa lalu yang harus diselesaikan," ujar Budi Karya saat ditemui di kantornya, Kamis, 23 Januari 2020.

    Tak hanya itu, Budi Karya mengatakan direksi anyar Garuda mesti menegakkan good corporate governance atau GCG. Imbauan ini sejalan dengan pekerjaan rumah yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk semua perusahaan pelat merah.

    Selanjutnya, Budi Karya meminta manajemen Garuda bersinergi untuk mendongkrak pendapatan dari sektor lain non-tiket. Misalnya dengan menjalin kerja sama dengan sektor pariwisata dan sektor lain yang berkaitan. Menurut dia, Garuda Indonesia juga harus membuka diri untuk menjalin kesepakatan bisnis dengan stakeholder.

    Menhub juga ingin maskapai pelat merah ini ke depanyan menjadi perusahaan penerbangan kebanggaan negara. Selain persoalan manajerial, menurut Budi Karya, secara teknis, Garuda Indonesia sebetulnya tidak memiliki masalah. Dilihat dari on time performance atau OTP alias tingkat ketepatan waktu, Budi Karya memastikan perseroan masih unggul.

    Berdasarkan RUPSLB yang dilangsungkan kemarin, pemegang saham Garuda Indonesia telah menetapkan jajaran direksi dan komisaris. Berikut ini sejumlah nama yang mengisi posisi tersebut.

    Komisaris
    1. Komisaris Utama: Triawan Munaf
    2. Wakil Komisaris Utama: Chairal Tanjung
    3. Komisaris Independen : Yenny Wahid
    4. Komisaris Independen: Elisa Lumbantoruan
    5. Komisaris : Peter Gontha

    Direksi
    1. Direktur Utama : Irfan Setiaputra
    2. Wakil Direktur Utama : Dony Oskaria
    3. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Fuad Rizal
    4. Direktur Operasi : Tumpal Manumpak Hutapea
    5. Direktur Human Capital : Aryaperwira Adileksana
    6. Direktur Teknik : Rahmat Hanafi
    7. Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan IT : Ade R. Susardi
    8. Direktur Niaga dan Kargo : M. Rizal Pahlevi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.