Direksi Sudah Diganti, Saham Garuda Masih Loyo

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pencatatan perdana saham Garuda Indonesia. TEMPO/Seto Wardhana

    Pencatatan perdana saham Garuda Indonesia. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia Kamis siang, 23 Januari 2020, masih melemah pasca pergantian direksi dan komisaris sehari sebelumnya.

    Pada pukul 13.46 WIB, harga saham Garuda Indonesia dengan kode emiten GIAA itu tercatat melemah 8 poin atau 1,82 persen menjadi Rp432 per saham dibandingkan harga pada penutupan hari sebelumnya Rp440 per saham.

    Saham GIAA tercatat diperdagangkan sebanyak 2.062 kali dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,04 juta lembar saham senilai Rp8,65 miliar.

    Sejak awal tahun hingga hari ini (year to date/ytd), performa saham GIAA memang masih minus 13,25 persen alias masih terkontraksi meski dalam setahun terakhir sebenarnya tumbuh 48,28 persen.

    Harga saham GIAA saat ini juga masih di bawah harga saat Penawaran Umum Perdana atau IPO sembilan tahun yang lalu yakni Rp750 per saham.

    Pergantian direksi dan komisaris Garuda Indonesia memang diharapkan dapat membawa kinerja maskapai plat merah tersebut menjadi lebih positif. Menteri BUMN Erick Thohir berharap Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra berharap sebagai "pilot" baru, dapat membawa terbang Garuda Indonesia lebih baik dan lebih tinggi.

    Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia telah menetapkan Komisaris Utama dan Direktur Utama baru pada Rabu (22/1) kemarin.

    Mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf ditetapkan sebagai Komisaris Utama, mendampingi mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia Irfan Setiaputra yang ditunjuk sebagai Direktur Utama.

    Selain Triawan, beberapa sosok populer seperti politisi Yenny Wahid dan pengusaha Peter F Gontha masuk sebagai jajaran komisaris.

    Sementara itu anggota Komisaris Garuda Chairul Tanjung ditetapkan sebagai Wakil Komisaris Utama. Sedangkan anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Dony Oskaria ditetapkan sebagai Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.