KKP Targetkan Produksi Ikan Hias 1,8 Miliar Ekor

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah ikan hias bermain dalam aquarium di pameran dan promosi ikan hias di Balai Penelitian dan Pengembangan Ikan Hias, Pancoran Mas, Depok, 7 November 2014. Tempo/Ilham Tirta

    Sejumlah ikan hias bermain dalam aquarium di pameran dan promosi ikan hias di Balai Penelitian dan Pengembangan Ikan Hias, Pancoran Mas, Depok, 7 November 2014. Tempo/Ilham Tirta

    Tempo.Co, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan produksi ikan hias di 2020 sebanyak 1,8 miliar ekor. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan capaian nilai ekspor ikan hias Indonesia berpeluang untuk terus digenjot. Menurutnya saat ini kontribusi ekonomi ikan hias terhadap nilai ekspor produk perikanan mencapai 0,66 persen.

    Slamet juga memastikan KKP akan mendorong strategi khususnya penguatan di hulu yakni dengan terus menggenjot produksi ikan hias bernilai ekonomis tinggi. "Saya kira, kita akan mampu genjot produksi. Ada dua keunggulan,  pertama potensi pengembangan dan varian komoditas bernilai ekonomis tinggi yang besar. Lebih dari 650 jenis ikan hias (tawar, dan laut) ada di perairan kita," kata Slamet dalam keterangan tertulis, Kamis, 23 Januari 2020.

    Oleh karenanya, kata dia, pemanfaatan untuk jenis ekonomis tinggi akan terus didorong apalagi saat ini upaya perekayasaan teknologi sudah berkembang dengan baik.

    Adapun Badan Pusat Statistik mencatat kinerja perdagangan ikan hias dalam kurun waktu tahun 2012 sampai semester 1 tahun 2019 terus meningkat. Tahun 2012 nilai ekspor ikan hias mencapai US$ 21,01 juta, sementara tahun 2018 mencapai US$ 32,23 juta.

    Menurut dia, saat ini KKP bersama dengan lintas sektoral terkait tengah menyempurnakan peta jalan percepatan industrialisasi ikan hias nasional. Roadmap ini menurut Slamet akan memetakan berbagai strategi konkrit yang meliputi percepatan produksi, pengaturan tata niaga, penguatan daya saing dan nilai tambah, investasi, serta perluasan dan penguatan pasar ekspor.

    Slamet juga mengatakan bahwa selama kurun waktu 2012 hingga 2018, produksi ikan hias nasional tumbuh rata-rata sebesar 5,05 persen per tahun. Tahun 2012 produksi mencapai 938,47 juta ekor dan naik pada tahun 2018 menjadi 1,19 miliar ekor.

    "Kalau dilihat dari capaian tahun sebelumnya, saya kira target produksi tahun ini sangat realistis. Apalagi saat ini kita telah berhasil mengembangkan secara masal berbagai varian jenis semisal clownfish, banggai cardinal dan lainnya," ujat dia.

    Disamping itu ikan hias saat ini menjadi usaha yang sangat menjanjikan di kalangan masyarakat. Jadi, kata dia, pemerintah tinggal siapkan regulasi dan memfasilitasi akses apa yang dibutuhkan pelaku usaha, selanjutnya mereka akan berkembang dengan sendirinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.