Erick Thohir Minta Prabowo Susun Blue Print Industri Pertahanan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meninjau Pameran Industri Pertahanan usai menghadiri Rapat Tingkat Pimpinan Kementerian Pertahanan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis 23 Januari 2020.  Rapat Pimpinan akan berlangsung pada Rabu hingga Kamis 22-23 Januari 2020. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meninjau Pameran Industri Pertahanan usai menghadiri Rapat Tingkat Pimpinan Kementerian Pertahanan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis 23 Januari 2020. Rapat Pimpinan akan berlangsung pada Rabu hingga Kamis 22-23 Januari 2020. TEMPO/Subekti.

    Tempo.Co, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir meminta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memikirkan perkembangan industri pertahanan. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam Rapat Pimpinan Pertahanan, Kamis, 23 Januari 2020.

    Menurut dia, Prabowo harus membuat blue print agar sektor industri pertahanan di Indonesia maju. "Saya paparkan ke Menteri Pertahanan, kalau mau maju perlu ada blue print untuk 10-15 tahun ke depan," ujar Erick di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat.  

    Erick Thohir mengatakan pemerintah saat ini sedang berfokus menggenjot kapasitas produksi pertahanan. Menurut dia, seumpama produksi tak dijaga, industri pertahanan akan loyo.

    Namun, pemerintah sejatinya menyadari bahwa market industri di sektor ini terbatas. Saat ini, market untuk lini tersebut terbatas hanya untuk TNI dan Polri. Kondisi itu berbeda dengan negara-negara asing.

    "Beda dengan Amerika. Di sana, masyarakat boleh membeli peluru dan pistol," tuturnya. Karena itu, agar pasar dan produksi tetap terjaga, negara akan mengupayakan peningkatan ekspor alat-alat pertahanan.

    Menurut Erick Thohir, saat ini kedutaan-kedutaan besar telah membuka peluang kerja sama di sektor bisnis pertahanan. "Pak Presiden ketemu Dubes-dubes, 70-80 persen dari mereka sekarang KPI-nya ekonomi. Dengan begitu, produk-produk lokal untuk industri ini bisa kita suplai," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.