Kasus Dugaan Korupsi Jiwasraya, BEI Suspensi Perdagangan 5 Saham

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bursa Efek Indonesia atau BEI menghentikan perdagangan sementara alias suspensi terhadap lima saham yang terkait dengan skandal PT Asuransi Jiwasraya (Persero). 

    Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono mengatakan pihaknya bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan suspensi dilakukan sebagai bentuk komitmen regulator pasar modal untuk menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien.

    Keputusan melakukan suspensi itu merujuk pada surat yang dikeluarkan OJK No. SR-11/PM.21/2020 pada 22 Januari 2020. Surat itu berisi Perintah Penghentian Sementara Perdagangan Efek.

    Lima saham yang dihentikan perdagangannya sementara oleh BEI adalah:

    • PT Inti Agri Resources Tbk. (IIKP)
    • PT Eureka Prima Jakarta Tbk. (LCGP)
    • PT Hanson International Tbk. (MYRX)
    • PT SMR Utama Tbk. (SMRU)
    • PT Trada Alam Minera Tbk. (TRAM)

    Adapun BEI telah melakukan suspensi terhadap LCGP sejak 2 Mei 2019 dan MYRX sejak 16 Januari 2020.

    "Penghentian (terhadap 5 efek itu) dilakukan pada seluruh pasar sejak sesi I Perdagangan Efek pada Kamis, 23 Januari 2020, hingga pengumuman Bursa lebih lanjut," tulisnya dalam keterangan resmi, Kamis, 23 Januari 2020.

    Yulianto menjelaskan, pembukaan suspensi atas kelima saham itu hanya bisa dipertimbangkan jika perusahaan tercatat telah memenuhi kewajiban kepada BEI. Setelah itu suspensi bisa dicabut bila OJK telah memerintahkan pembukaan suspensi atas efek-efek dimaksud.

    Seperti diketahui, MYRX merupakan perusahaan yang dipimpin oleh Benny Tjokrosaputro yang telah ditetapkan Kejaksaan Agung sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Hal senada terjadi pada saham TRAM yang juga terkait dengan tersangka Jiwasraya yaitu Heru Hidayat yang menjabat sebagai Komisaris Utama di perusahaan tersebut.

    Sementara itu, saham IIKP, LCGP, dan SMRU masuk dalam portofolio saham yang dimiliki oleh Jiwasraya. Masuknya saham-saham tersebut diduga dilakukan dengan transaksi yang mencurigakan dan tidak sesuai dengan ketentuan investasi perusahaan asuransi pelat merah.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.