Yang Dilakukan Bos Garuda Irfan Setiaputra Hari Pertama Menjabat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irfan Setiaputra. facebook.com

    Irfan Setiaputra. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra menjadwalkan pelbagai agenda di hari pertamanya menjabat, Kamis, 23 Januari 2020. Irfan mengatakan, jadwal pertamanya akan dimulai dengan rapat bersama Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Garuda Indonesia.

    "Saya akan konsolidasi dengan Pak Triawan Mumaf (Komisaris Utama Garuda) dan teman-teman lain lebih dulu," ujar Irfan saat dihubungi Tempo pada Kamis pagi, 23 Januari 2020.

    Dalam rapat konsolidasi itu, Irfan menyebut akan lebih dulu mendengarkan arahan dari Triawan Munaf. Adapun rapat itu juga mengagendakan perkenalan antar-direksi dan komisaris.

    Tak menutup kemungkinan, ujar Irfan, rapat bakal membahas hal-hal yang lebih jauh soal permasalahan perseroan. Dewan Komisaris dan Dewan Direksi juga akan menyusun rencana-rencana ke depan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, baik dari sumber pendanaan tiket maupun non-tiket.

    Selanjutnya, Irfan akan menggelar pertemuan dengan serikat pekerja Garuda Indonesia dan asosiasi yang berkaitan dengan perseroan. "Kami ajak ngobrol-ngobrol dulu," ucapnya.

    Irfan ditetapkan sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia dalam rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB yang digelar kemarin. Pemimpin RUPSLB, Sahala Lumban Gaol, menyatakan pencalonan Irfan mutlak dipilih oleh pemegang saham.

    "Luar biasa sekali. Pemilihan ini disetujui mayoritas pemegang saham sampai 98 persen," ujarnya di kantor Garuda Indonesia, Rabu, 22 Januari 2020.

    Irfan Setiaputra menyingkirkan sejumlah nama yang sebelumnya sempat disorongkan Menteri BUMN Erick Thohir kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Adapun Irfan akan menggantikan pemimpin sebelumnya, Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara yang dipecat karena tersangkut kasus kargo gelap.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.