BNI Buka Peluang Akuisisi Bank Kecil

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tidak hanya melaksanakan operasional terbatas dan weekend banking, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) telah memiliki Agen Lakupandai BNI atau Agen46 yang siap melayani nasabah dari Sabang hingga Merauke.

    Tidak hanya melaksanakan operasional terbatas dan weekend banking, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) telah memiliki Agen Lakupandai BNI atau Agen46 yang siap melayani nasabah dari Sabang hingga Merauke.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI membuka peluang mengakuisisi bank skala kecil sebagai strategi pertumbuhan non-organik.

    Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengatakan saat ini perseroan fokus membenahi kinerja di tengah pengetatan likuiditas. Namun tidak menutup kemungkinan manajemen melakukan aksi korporasi berupa akuisisi.

    "Sudah ada beberapa calon, tapi dalam kondisi seperti ini kami fokus ke induk dulu, kan likuiditas ketat, kami cari bank buku kecil agak sulit. Setelah kami lakukan perhitungan masih belum memenuhi syarat kami, kalau ada, kemungkinan [akuisisi] tetap terbuka," kata Herry, Selasa, 22 Januari 2019.

    Herry menuturkan, secara spesifikasi, perseroan mengincar perusahaan, baik bank maupun perusahaan jasa asuransi, yang memiliki return of equity (RoE) minimal di atas perseroan.

    Khusus akuisisi bank, perseroan membidik perusahaan dengan kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) I dan II, untuk membantu memperbesar digitalisasi.

    Kendati demikian, kata Herry, digitalisasi masih belum menjadi fokus utama perseroan karena sebagian besar nasabah perseroan masih berasal dari segmen korporasi.

    "89 persen masih di korporasi jadi tidak terlalu urgent. BNI kan kapalnya besar, misalnya corporate banking pendekatannya ada digitalnya tapi tidak sebesar yang kecil seperti konsumer," tuturnya.

    Adapun, sepanjang 2019 perseroan membukukan laba bersih Rp 15,38 triliun atau tumbuh 2,5 persen secara tahunan. Capaian tersebut hanya meningkat tipis jika dibandingkan dengan periode 2018, di mana laba bersih perseroan tumbuh sebesar 9,6 persen yoy.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.