Bandara Soekarno-Hatta: Tak Ada Terduga Kasus Virus Corona Masuk

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas tengah melihat layar grafik pergerakan penumpang dan kamera pengaman di Terminal 1di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Jumat, 27 Desember 2019. Jumlah penumpang pesawat diprediksi menurun 21,5 juta penumpang tahun ini. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas tengah melihat layar grafik pergerakan penumpang dan kamera pengaman di Terminal 1di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Jumat, 27 Desember 2019. Jumlah penumpang pesawat diprediksi menurun 21,5 juta penumpang tahun ini. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta Anas Ma'aruf memastikan hingga kini belum ada terduga kasus virus corona terdeteksi masuk ke Indonesia lewat salah satu pintu gerbang utama Indonesia dari dunia internasional tersebut. 

    "Sampai saat ini belum ditemukan kasus terduga atau suspek pada penumpang atau kru pesawat dari Cina yang masuk melalui Bandara Soekarno-Hatta," ujar Anas saat dihubungi, Rabu, 22 Januari 2020.

    Akibat penyebaran virus yang sangat masif ini, Kementerian Kesehatan sudah mengirim surat edaran ke 135 Kantor Kesehatan Pelabuhan di seluruh Indonesia, baik jalur keluar masuk lewat udara, laut dan darat. "Semua penerbangan dari Cina, dilakukan peningkatan pengawasan," ucap Anas.

    Dalam upaya mendeteksi infeksi  virus corona yang sudah menyebar hingga ke Amerika Serikat ini, pihak petugas KKP diwajibkan untuk memperbaharui informasi. 

    Salah satu gejala dari penyakit mematikan ini adalah suhu badan yang tinggi, seluruh penumpang dan kru pesawat yang memiliki suhu badan di atas 38 derajat Celsius akan mudah terdeteksi lewat thermal scanner. 

    Penumpang atau kru pesawat yang memiliki gejala yang hampir sama dengan coronavirus nantinya akan diberikan health alert card atau kartu kuning, yang dalam keterangannya harus melapor dalam jangka waktu 2 minggu jika terdapat keluhan.

    Anas juga mengingatkan selain menerapkan perilaku hidup sehat, warga Indonesia yang berpergian ke Cina disarankan untuk sementara tidak mengunjungi tempat-tempat berisiko tinggi  penularan penyakit ini.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.