Profil Yenny Wahid yang Didapuk Jadi Komisaris Independen Garuda

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, usia menghadiri upacara HUT Bhayangkara ke-73 di Lapangan Monas, Jakarta, 10 Juli 2019. Tempo/Friski Riana

    Putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, usia menghadiri upacara HUT Bhayangkara ke-73 di Lapangan Monas, Jakarta, 10 Juli 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid didapuk menjadi Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pengumuman itu disampaikan seusai rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB, Rabu, 22 Januari 2020.

    "Yenny Wahid ditunjuk sebagai komisaris independen. Komisaris utamanya Pak Triawan Munaf," ujar pemimpin RUPSLB sekaligus Kpmut Garuda terdulu, Sahala Lumban Gaol, di kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Rabu, 22 Januari 202.

    Yenny Wahid adalah anak kedua Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Ia mempunyai seorang kakak, Alisa Wahid dan dua orang adik, Anita Wahid dan Inayah Wahid. Seperti halnya ayahnya, ia terlahir dalam lingkungan keluarga NU.

    Meskipun mendapatkan gelar sarjana desain dan komunikasi visual dari Universitas Trisakti, ia memutuskan untuk menjadi wartawan. Sebelum terjun secara khusus mendampingi ayahnya, Yenny bertugas sebagai reporter di Timor-Timur dan Aceh.

    Ia menjadi koresponden koran terbitan Australia, The Sydney Morning Herald dan The Age (Melbourne) antara 1997 dan 1999. Saat itu, meski banyak reporter keluar dari Timor Timur, Yenny tetap bertahan dan melakukan tugasnya.

    Ia sempat kembali ke Jakarta setelah mendapat perlakuan kasar dari milisi, namun seminggu kemudian kembali ke sana. Liputannya mengenai Timor Timur pasca referendum mendapatkan anugerah Walkley Award.

    Belum terlalu lama menekuni pekerjaannya, ia berhenti bekerja karena ayahnya, Gus Dur, terpilih menjadi presiden ke-4 RI. Sejak itu, ke mana pun Gus Dur pergi, Yenny selalu berusaha mendampingi ayahnya, dengan posisi
    Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik.

    Setelah Gus Dur tidak lagi menjabat sebagai presiden, Yenny menempuh studi S2 di Harvard Kennedy School of Government di bawah beasiswa Mason. Sekembalinya dari Amerika tahun 2004, Yenny menjabat sebagai direktur Wahid Institute.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | PDAT



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.