Profil Dirut Baru Garuda Irfan Setiaputra

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irfan Setiaputra. facebook.com

    Irfan Setiaputra. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSBL PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menetapkan Irfan Setiaputra sebagai direktur utama. Penetapan itu dilakukan pada hari ini, Rabu, 22 Januari 2020.

    "Sebagai pimpinan rapat RUPSLB PT Garuda Indonesia tanggal 22 Januari 2020 tadi acaranya sudah selesai. Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Komisaris Utama Pak Triawan Munaf. Wakil Komsaris Utama Chairal Tanjung," Komisaris Utama Garuda Indonesia periode lalu, Sahala Lumban Gaol, di kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020.

    Irfan menyingkirkan dua kandidat lainnya yang namanya sempat disorongkan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Adapun Irfan merupakan mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti).

    Irfan lahir di Jakarta, 24 Oktober 1964. Berdasarkan penelusuran Tempo, Irfan merupakan lulusan S-1 Teknik Informatika ITB. Dulunya di ITB, ia terdaftar di angkatan 1982. Sejak lulus hingga kini, Irfan tercatat telah melanglang buana di sejumlah perusahaan di bidang teknologi informatika.

    Irfan tak hanya pernah memimpin perusahaan pelat merah. Namun juga perusahaan swasta. Ia tercatat pernah menempati kursi bos di IBM, LinkNet dan Cisco. Pada 2000, Irfan pernah meraih penghargaan IBM STAR of the STARS Award, IBM Professional Achievement Award, dan Best CEO versi majalah SWA.

    Adapun di Inti, Irfan didapuk Menteri BUMN saat itu, Sofyan Djalil, menempati kursi pemimpin pada 2009. Namanya mencuat setelah tiga tahun menjabat. Kala itu, Irfan mengundurkan diri karena merasa gajinya terlalu kecil dibandingkan dengan jabatan sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.