Ciputra Pastikan Citra Maja Raya Tak Terkait Utang Hanson

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Hutang. shutterstock.com

    Ilustrasi Hutang. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Ciputra Residence memastikan bahwa Citra Maja Raya 1 dan Citra Maja Raya 2 tak berkaitan dengan persoalan utang yang tengah membelit PT Hanson International Tbk.

    Setelah adanya penangkapan Direktur Utama Hanson International Benny Tjokrosaputro yang telah ditetapkan sebagai salah satu tersangka atas kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), proyek Citra Maja Raya disebut sempat dikait-kaitkan dengan kasus tersebut.

    Untuk mengklarifikasi informasi yang beredar, Ciputra Residence memberikan penjelasan mengenai latar belakang KSO Ciputra Group dengan PT Hanson International dalam pengembangan proyek Citra Maja Raya 1 dan Citra Maja Raya 2 melalui keterangan resmi secara tertulis.

    Keterangan tertulis itu ditandatangani oleh Direktur PT Ciputra Residence Agussurja Widjaja dan dirilis pada 20 Januari 2020.

    Dalam keterangannya, Ciputra Group menyatakan, "Proyek Citra Maja Raya 1 tidak berkaitan dengan utang PT Hanson International Tbk. baik kepada kreditur bank/institusi maupun kepada kreditor individual."

    Tidak adanya keterkaitan itu disebabkan proyek Citra Maja Raya 1 dilaksanakan berdasarkan perjanjian kerja sama operasi (KSO) pengembangan lahan yang sah dan sesuai peraturan yang berlaku antara anak perusahaan Hanson International yaitu PT Armidian Karyatama (PT AK) dan PT Harvest Time (PT HT) dengan PT Citra Benua Persada (PT CBP) yang merupakan anak perusahaan PT Ciputra Residence.

    Dalam KSO tersebut, PT AK dan PT HT hanya bertindak sebagai penyedia tanah dan telah memberi kuasa kepada PT CBP untuk mengembangkan kawasan perumahan dengan membangun infrastruktur dan bangunan rumah serta menjual rumah/ruko.

    Selanjutnya, dalam KSO yang telah berjalan sejak 2013, unit rumah/ruko yang telah terjual sertifikat tanahnya sudah diserahkan kepada PT CBP untuk dikuasai dengan bebas dari segala penjaminan kepada pihak mana pun. Lahan yang telah diserahkan untuk pengembangan proyek Citra Maja Raya 1 sudah hampir semuanya dikembangkan dan terjual.

    Sehubungan dengan area tanah yang sudah terjual, KSO Citra Maja Raya 1 telah melakukan pembayaran atas tanah tersebut kepada PT AK dan PT HT. Dengan demikian, tanah yang sudah terjual menjadi hak bagi konsumen.

    Selain itu, KSO Citra Maja Raya 1 selaku pengembang telah memberitahukan secara tertulis kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lebak mengenai tanah yang menjadi objek proyek KSO dan tanah yang telah dijual belikan kepada konsumen berdasarkan PPJB dan AJB yang sah.

    Tidak adanya keterkaitan dengan utang Hanson International juga ditekankan Ciputra Group pada proyek Citra Maja Raya 2. Pasalnya, proyek Citra Maja Raya 2 dilaksanakan berdasarkan KSO pengembangan lahan yang sah dan sesuai dengan peraturan yang berlaku antara PT Putra Asih Laksana (PT PAL) yang mayoritas saham dimiliki oleh PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk. (PT BIP) dengan PT Citra Mitra Puspita (PT CMP) yang merupakan anak perusahaan PT Ciputra Residence.

    Konsep KSO pengembangan lahan Citra Maja Raya 2 sama dengan proyek Citra Maja Raya 1 yaitu PT PAL bertindak hanya sebagai penyedia tanah dan telah memberikan kuasa kepada PT CMP untuk mengembangkan kawasan perumahan.

    Selain itu, sertifikat tanah yang sudah diserahkan oleh PT PAL kepada PT CMP juga bebas dari segala penjaminan kepada pihak mana pun. Seperti halnya pada proyek Citra Maja Raya 1, KSO Citra Maja Raya 2 selaku pengembang juga telah memberitahukan kepada BPN Lebak mengenai tanah yang menjadi objek KSO dan tanah yang telah dijual kepada konsumen berdasarkan PPJB dan AJB yang sah.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.