Dikabarkan Jadi Calon Komisaris Utama Garuda, Triawan Munaf: Nanti Dulu

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mencicipi kopi dalam kunjungan ke kantor Redaksi TEMPO, Palmerah, Jakarta, 11 Oktober 2017. Bekraf berupaya meningkatkan potensi kopi sebagai gaya hidup di Indonesia. TEMPO/Charisma Adristy

    Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mencicipi kopi dalam kunjungan ke kantor Redaksi TEMPO, Palmerah, Jakarta, 11 Oktober 2017. Bekraf berupaya meningkatkan potensi kopi sebagai gaya hidup di Indonesia. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Triawan Munaf dikabarkan menjadi calon kuat Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pengangkatan komisaris itu dilakukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB yang digelar perseroan hari ini, Rabu, 22 Januari 2020.

    Dikonfirmasi soal kabar itu, Triawan masih enggan berkomentar. "Nanti dulu. Saya belum berani bilang apa-apa," kata Triawan saat dihubungi Tempo pada Rabu pagi, 22 Januari 2020.

    Triawan juga enggan menggamblangkan kala ditanya seputar pemanggilannya ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN terkait penunjukan ini. Triawan adalah Kepala Badan Ekonomi Kreatif di Kabinet Indonesia Kerja Jokowi Jilid I lalu.

    Musikus ini lima tahun lalu dilantik berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2015. Triawan ditugaskan memimpin lembaga yang mengurusi persoalan ekonomi kreatif.

    Nama Triawan bukan sosok baru di industri ekonomi kreatif nasional. Selain merupakan personel grup musik beraliran progressive rock Giant Step yang kesohor pada 1970-an. Ia juga terkenal di dunia periklanan.

    Belum lama, Triawan turut bermain di kancah politik Indonesia. Ia adalah anggota tim sukses pasangan Jokowi-Kalla dalam Pemilihan Presiden 2014. Pada Kabinet Indonesia Maju Jilid II, Triawan tak lagi masuk jajaran menteri. Badan yang dulu dipimpinnya telah di-merger dengan Kementerian Pariwisata menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 

    Adapun selain diisukan menunjuk komisaris utama, RUPSLB hari ini akan mengangkat dewan direksi, termasuk Direktur Utama Garuda Indonesia. Nama mantan Direktur Utama Inti, Irfan Setiaputra, santer dikabarkan menjadi calon kuat.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | AYU PRIMA SANDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.