Waskita Karya Kantongi Dana Rp 44 Triliun Sepanjang 2019

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyiapkan besi untuk fondasi saat renovasi Masjid Istiqlal, di Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019. PT Waskita Karya (Persero) Tbk melakukan renovasi Masjid Istiqlal yang memiliki luas tanah sekitar 93.200 meter persegi dan luas bangunan 24.200 meter persegi. ANTARA/Audy Alwi

    Pekerja dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyiapkan besi untuk fondasi saat renovasi Masjid Istiqlal, di Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019. PT Waskita Karya (Persero) Tbk melakukan renovasi Masjid Istiqlal yang memiliki luas tanah sekitar 93.200 meter persegi dan luas bangunan 24.200 meter persegi. ANTARA/Audy Alwi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Waskita Karya (Pesero) Tbk mengantongi dana segar sekitar Rp 44 Triliun selama 2019. Hal itu terlebih dikontribusi dengan adanya tambahan kas masuk pada Desember.

    “Pada bulan Desember kami berhasil memenuhi target arus kas kami di mana Waskita Karya memperoleh pembayaran dari beberapa proyek turnkey seperti Tol Trans Sumatera milik Hutama Karya dan Tol Batang - Semarang serta pembayaran dari beberapa proyek konstruksi lainnya.” kata Director of Finance Waskita Karya Haris Gunawan dalam keterangan tertulis, Rabu, 22 Januari 2020

    Dia mengatakan selama Desember 2019 perseroan memperoleh tambahan pundi-pundi kas sebesar Rp 21,5 triliun. Arus kas masuk tersebut berasal dari pembayaran beberapa proyek sebesar Rp 19,4 triliun, hal ini sejalan dengan telah selesainya beberapa proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh Waskita Karya.

    Pada Desember Waskita juga mendapatkan pengembalian atas piutang dana talangan tanah dari Lembaga Aset Manajemen Negara (LMAN) sebesar Rp 2,05 triliun. Dengan begitu, pada Desember perseroan memenuhi target arus kas kami di mana Waskita Karya memperoleh pembayaran dari beberapa proyek turn key seperti Tol Trans Sumatera milik Hutama Karya dan Tol Batang - Semarang serta pembayaran dari beberapa proyek konstruksi lainnya.

    “Di bulan Desember juga Waskita telah melakukan novasi atas pinjaman modal kerja untuk proyek Transmisi 500 KV Sumatera sebesar Rp 4 triliun dan pengembalian dana talangan tanah," ujar Haris.

    Selama 2019, Waskita Karya telah menerima pembayaran Rp 22 triliun dari beberapa proyek turnkey seperti Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung sebesar Rp 10,3 triliun, Tol Batang - Semarang sebesar Rp 2,2 triliun, pembayaran proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang Rp 3 triliun. Serta pembayaran dari proyek-proyek konstruksi lain nya sebesar Rp 15,9 triliun, sehingga total kas diterima Waskita Karya sebesar Rp 37,5 triliun dari pembayaran proyek, baik yang dikerjakan dengan skema turnkey maupun progress payment.

    Tahun 2019 Waskita Karya juga memperoleh pengembalian atas dana talangan pengadaan lahan jalan tol senilai Rp 5,8 triliun dari LMAN. Dengan adanya penerimaan arus kas sebesar Rp 44 triliun, Waskita Karya dapat memperkuat rasio utang berbunga dibandingkan ekuitas (Gearing Ratio).

    Selama Desember, kata Haris, Waskita Karya telah melunasi pinjaman dengan jumlah lebih dari Rp 17,6 triliun, sedangkan sepanjang 2019 Waskita Karya berhasil menyelesaikan pinjaman sebesar Rp 32,5 triliun. Langkah-langkah yang diambil oleh manajemen perseroan terbukti membuahkan hasil di mana jumlah pinjaman dapat secara signifikan diturunkan dari sebelumnya Rp 86 triliun menjadi sekitar Rp 69 triliun.

    “Kami prediksi Gearing Ratio dapat menguat secara signifikan untuk periode Desember 2019, dengan begitu kami memiliki kapasitas keuangan yang jauh lebih kuat di tahun 2020," ujar dia.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara