BKPM Bahas Rencana Ekspansi Mitsubishi Chemical Rp 2,1 T

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia usai konferensi pers di kantornya di Jakarta Selatan, Kamis, 31 Oktober 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia usai konferensi pers di kantornya di Jakarta Selatan, Kamis, 31 Oktober 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam kunjungan kerjanya menghadiri World Economic Forum (WEF) 2020 di Davos, Swiss, bertemu dengan Mitsubishi Chemical dan membahas rencana ekspansi perusahaan Jepang itu senilai 150 juta dolar AS (sekitar Rp 2,1 triliun).

    Menurut Bahlil, perusahaan asal Jepang itu membutuhkan insentif tax holiday untuk merealisasikan rencana perluasan investasi pabrik baru di Cilegon, Banten.

    "Perizinan investasi dan insentif semua sudah terpusat di BKPM. Kami akan kawal investasi baru Anda sampai jadi di Indonesia. Ada masalah apa, hubungi saya saja," kata Bahlil kepada CEO Mitsubishi Chemical Holdings Corporation Hitoshi Ochi, seperti dikutip dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020.

    Dalam pertemuan yang digelar Selasa itu, Bahlil didampingi Dubes RI untuk Swiss Muliaman D. Hadad, Direktur Promosi Sektoral BKPM Imam Soejoedi, serta Komite Investasi Yuki Hanafi, dan Rizal Calvary Marimbo.

    Bahlil menyambut baik rencana perluasan investasi Mitsubishi itu. Ia juga mendorong Mitsubishi Chemical untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.

    "Agar semakin mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan investasi dengan produk substitusi impor," ujar Bahlil.

    Sementara itu, pihak Mitsubishi sangat berterima kasih atas respons cepat BKPM. "Kami ucapkan terima kasih. Respon Bapak Kepala sangat cepat dan konkret. Kami akan memenuhi semua persyaratan yang diminta Kepala BKPM. Utamanya kemitraan dengan pengusaha domestik," ujar Hitoshi Ochi.

    Mitsubish Chemical merupakan perusahaan kimia terbesar Jepang yang berdiri sejak tahun 2005. Perusahaan itu menggarap lini bisnis yakni otomotif dan dirgantara, IT (elektronik dan display), kesehatan (pangan dan bioproduct), lingkungan/energi, pengemasan, label dan film.

    ANTARA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.