Respons Menhub Soal Kapal Rombongan Wartawan Istana Terbalik

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan atau Menhub Budi Karya Sumadi kembali mengingatkan bahwa keselamatan pelayaran harus ditingkatkan untuk menghindari kecelakaan kapal di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, seperti yang terjadi pada kapal wisata KLM Plataran Pinisi Bali yang membawa rombongan wartawan Istana.

    “Saya sudah mendengar kabar kapal yang membawa beberapa wartawan mengalami musibah dan saya turut prihatin atas kejadian tersebut. Alhamdullilah semua ABK dan wartawan selamat. Saya instruksikan kepada UPP Labuan Bajo dan seluruh jajaran Ditjen Hubla untuk tetap waspada dan meningkatkan keselamatan pelayaran, mengingat cuaca yang masih kurang baik akhir-akhir ini,” ujar Menhub Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020.

    Menhub juga telah memerintahkan Direktur Jenderal Perhubungan Laut untuk memperketat pengawasan di lapangan, memastikan petugas mengecek kelaikan kapal, dan membuat peta keselamatan angkutan laut.

    Budi juga mengimbau seluruh masyarakat yang akan menggunakan kapal untuk berwisata untuk turut serta waspada, memperhatikan kondisi kapal dan cuaca terlebih dahulu.

    “Seluruh masyarakat diharapkan untuk memastikan kondisi kapal yang akan digunakan dalam keadaan baik karena keselamatan adalah nomor satu dalam bertransportasi baik di laut, darat maupun udara,” kata Menhub.

    Sebelumnya sebuah kapal wisata KLM Plataran Pinisi Bali yang membawa wartawan dan biro pers kepresidenan terbalik saat berlayar dari dermaga Hotel Plataran menuju ke Pulau Bidadari di Labuan Bajo pada pukul 12.00 WITA.

    Berdasarkan keterangan resmi dari Sekretariat Presiden, dalam perjalanan kembali dari Pulau Bidadari, saat berada di tengah laut, salah satu wartawan yang ikut menyampaikan terjadi perubahan cuaca mendadak yaitu ombak tinggi dan angin kencang sehingga kapal terbalik. Namun, seluruh penumpang dan ABK dipastikan selamat.

    Selang beberapa menit kejadian tersebut tim evakuasi langsung bertindak cepat menyelamatkan 16 penumpang. Proses penyelamatan melibatkan 2 kapal dan 1 speed boat.

    Sedangkan, unsur-unsur yang terlibat dalam evakuasi antara lain 2 unit Sea Rider 1 unit KP. Ndana 3004, 1 unit speedboat UPP Labuan Bajo, 1 unit speedboat AL dan 1 unit RIB Mabar.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.