Sriwijaya Air Ungkapkan Rencana Melantai di Bursa

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Ki-ka) Direktur Kepatuhan Sriwijaya Air Ar Tampubolon, Direktur Human Capital Sriwijaya Air Sukamto Kusnadi, Direktur Keuangan Sriwijaya Air Andreas Gunawan, Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena, Direktur Operasi Sriwijaya Air Didi Iswandy, Direktur Teknik Sriwijaya Air Dwi Iswantoro, dan Direktur Keamanan dan Keselamatan Sriwijaya Air Cecep Cahayana di kantor Sriwijaya Air, Tangerang, Senin, 20 Januari 2020. TEMPO/Francisca Christy

    (Ki-ka) Direktur Kepatuhan Sriwijaya Air Ar Tampubolon, Direktur Human Capital Sriwijaya Air Sukamto Kusnadi, Direktur Keuangan Sriwijaya Air Andreas Gunawan, Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena, Direktur Operasi Sriwijaya Air Didi Iswandy, Direktur Teknik Sriwijaya Air Dwi Iswantoro, dan Direktur Keamanan dan Keselamatan Sriwijaya Air Cecep Cahayana di kantor Sriwijaya Air, Tangerang, Senin, 20 Januari 2020. TEMPO/Francisca Christy

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Sriwijaya Air Group Jefferson Irwin Jauwena mengungkapkan kemungkinan perusahaannya mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia atau BEI. 

    "Pada 2017 sudah direncanakan. Namun tidak dilanjutkan karena melihat ekonomi secara global," ujar Jefferson di kantornya, Tangerang, Senin, 20 Januari 2020.

    Jefferson menuturkan pihaknya sedang mencari aliansi strategis untuk memuluskan rencana IPO tersebut. Namun, kata dia, aksi perusahaan itu tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.

    Saat ini, Jefferson menjelaskan bahwa entitasnya sedang berfokus melakukan pemulihan setelah kondisi manajemen terseok akibat mengalami kisruh kerja sama dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Kisruh itu menyebabkan frekuensi penerbangan melorot hingga sejumlah armada dikandangkan.

    Direktur Keuangan Sriwijaya Air Andreas Gunawan mengimbuhkan, aksi IPO sejatinya hanya satu dari banyak cara perusahaan mencari sumber pendanaan. Selain IPO, Sriwijaya Air saat ini tengah membuka diri untuk menerima investor dan lender alias pihak yang menyalurkan uang pinjaman.

    Adapun untuk menyiapkan IPO, perusahaan perlu waktu yang cukup lowong. "Saya lihat, perusahaan membutuhkan waktu paling enggak enam bulan. Itu pun kalau perusahaan sudah sangat racing," ujarnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.