Awal Pekan Rupiah Menguat Seiring Kehati-hatian Pelaku Pasar

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, 8 Mei 2018. Nilai tukar rupiah berakhir melemah 51 poin atau 0,36% di Rp14.052 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (8/5/2018). TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, 8 Mei 2018. Nilai tukar rupiah berakhir melemah 51 poin atau 0,36% di Rp14.052 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (8/5/2018). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan, Senin, 20 Januari 2020, menguat seiring kehati-hatian para pelaku pasar.

    Rupiah ditutup menguat enam poin atau 0,04 persen di level Rp 13.639 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp 13.645 per dolar AS.

    "Pasar cenderung hati-hati sambil menanti Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dilaksanakan 22-23 Januari mendatang," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Senin.

    Bank Indonesia diprediksi kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 persen menjadi 4,75 persen, walaupun banyak pengamat yang mengatakan BI masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di 5 persen akibat penguatan mata uang rupiah yang begitu tajam.

    Dari eksternal, pasar merespons rilis data pertumbuhan ekonomi yang kuat setelah Cina melaporkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh enam persen pada kuartal keempat, yang berarti pertumbuhan ekonomi melambat menjadi 6,1 persen pada 2019.

    Meskipun angka tersebut sesuai dengan harapan, itu juga merupakan pertumbuhan terlemah "Negeri Tirai Bambu" dalam hampir tiga dekade.

    Dari AS, data housing start atau jumlah proyek konstruksi perumahan baru yang telah dimulai selama sebulan, lebih baik dari perkiraan. Pembangunan perumahan di AS melonjak ke level tertinggi dalam 13 tahun terakhir pada Desember karena aktivitas meningkat di seluruh wilayah, yang menunjukkan pemulihan pasar perumahan kembali ke jalurnya di tengah rendahnya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

    Pembangunan perumahan mencapai 1,608 juta unit pada Desember dibandingkan dengan 1,375 juta unit pada November 2019 dan ekspektasi pasar 1,373 juta unit, menurut data yang dikeluarkan oleh Biro Konsensus AS pada Jumat (17/1) lalu.

    "Data positif itu mengurangi kemungkinan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga ketika bertemu akhir bulan ini," ujar Ibrahim.

    Rupiah pada pagi hari dibuka menguat Rp 13.640 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 13.638 hingga Rp 13.655 per dolar AS.

    Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp 13.654 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 13.648 per dolar AS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.