Genjot Wisata Prioritas Labuan Bajo, Jokowi: Untuk Pertemuan G20

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Jokowi saat mengunjungi Pulau Rica, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis 10 Juni 2019. Di pulau ini hidup berbagai jenis binatang seperti komodo, babi liar, kerbau dan burung. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Jokowi saat mengunjungi Pulau Rica, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis 10 Juni 2019. Di pulau ini hidup berbagai jenis binatang seperti komodo, babi liar, kerbau dan burung. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, untuk segera berbenah dan meningkatkan potensi wisatanya. Salah satunya karena Labuan Bajo akan disiapkan untuk menjadi sejumlah ajang internasional, termasuk KTT G20.

    Pada 2023, Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN sekaligus tuan rumah pelaksanaan KTT G20. "Sehingga dalam rangka persiapan ke sana pun ini mulai direncanakan, disiapkan mulai dari sekarang," kata Jokowi seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Sekretariat Negara, Senin, 20 Januari 2020.

    Hal ini diungkapkan Jokowi dalam rapat membahas pengembangan destinasi wisata Labuan Bajo. Rapat tersebut digelar di Hotel Plataran Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin, 20 Januari 2020.

    Dalam rapat itu, Jokowi menekankan berbagai aspek dalam pengembangan Labuan Bajo. Hal ini untuk memastikan bahwa produk yang ditawarkan telah siap sebelum dipromosikan. Sejumlah hal yang harus diperbaiki menurut dia, adalah infrastruktur, landscape, sampah, juga masalah kurangnya air baku.

    Ia menargetkan seluruh pekerjaan tersebut bisa selesai akhir tahun ini. "Sehingga 2021 itu langsung Kementerian Pariwisata bisa promosi besar-besaran," kata Jokowi.

    Labuan Bajo dipersiapkan sebagai destinasi wisata dengan kelas super premium yang memiliki diferensiasi dari tempat-tempat wisata lain. Jokowi berharap, wisatawan yang datang ke Labuan Bajo bisa berbelanja lebih banyak dan tinggal lebih lama.

    "Kita harapkan di sini belanjanya lebih besar, tinggalnya lebih lama, kita harapkan itu. Artinya bukan jumlah turisnya, tetapi spending-nya, belanjanya yang lebih banyak. Kira-kira itu," kata Jokowi.

    Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo menyatakan pemerintah akan memaksimalkan semua opsi guna mempercepat pembangunan lima destinasi super prioritas, termasuk mendorong investasi asing. 

    "Tidak hanya modal asing, Kemenparekraf juga mendorong pihak swasta dalam negeri untuk berinvestasi dalam pengembangan lima destinasi super prioritas. Semua opsi yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat akan dimaksimalkan," kata Angela dalam keterangan tertulis di Jakarta.

    Angela menjelaskan pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur di lima destinasi super prioritas itu yakni Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, Danau Toba dan Likupang, akan dipercepat sesuai instruksi Presiden Jokowi agar selesai pada 2020. "Di lima destinasi super prioritas tersebut, hingga saat ini sudah bisa melayani wisman dengan kondisi yang ada, hanya saja perlu dilakukan peningkatan kualitas infrastruktur," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.