Jokowi Minta Warga Lokal Lebih Banyak Dilibatkan di Labuan Bajo

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah menganggarkan Rp6,3 triliun demi menjadikan kawasan Labuan Bajo masuk ke dalam daftar lima Destinasi Super Prioritas (DSP). Semenjak berstatus DSP, pemerintah setempat pun mulai membangun hotel, marina, area komersial, dan pelabuhan feri di Labuan Bajo. TEMPO/Tony Hartawan

    Pemerintah menganggarkan Rp6,3 triliun demi menjadikan kawasan Labuan Bajo masuk ke dalam daftar lima Destinasi Super Prioritas (DSP). Semenjak berstatus DSP, pemerintah setempat pun mulai membangun hotel, marina, area komersial, dan pelabuhan feri di Labuan Bajo. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar masyarakat lokal turut dilibatkan dan menjadi bagian dari pembangunan destinasi wisata di Labuan Bajo. Selain itu, ia juga ingin agar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat tidak ditinggalkan.

    "Kita harapkan nantinya tenun, kopi, kerajinan, makanan khas betul-betul bisa tumbuh dan seiring dengan itu juga atraksi budaya lokal, kesenian daerah juga harus semakin hidup dan menghidupkan area yang ada di Labuan Bajo," kata Jokowi seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Sekretariat Negara, Senin, 20 Januari 2020.

    Hal ini diungkapkan Jokowi dalam rapat membahas pengembangan destinasi wisata Labuan Bajo. Rapat tersebut digelar di Hotel Plataran Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin, 20 Januari 2020.

    Untuk mendorong keterlibatan warga lokal, Jokowi meminta agar SDM lokal segera ditingkatkan keahlian dan kompetensinya. Tak hanya memiliki keahlian, namun warga juga harus menyesuaikan keahlian mereka dengan kebutuhan industri pariwisata yang ingin dikerjakan.

    Adapun untuk mendorong berkembangnya UKM, Jokowi berharap adanya sebuah creative hub, yang akan menggarap produk-produk lokal tersebut, baik dari sisi pengemasan, desain, harga, dan lain-lain.

    Jokowi juga menggarisbawahi soal masih banyaknya tanah sengketa di Labuan Bajo. Kepada Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat, ia meminta agar memperhatikan masalah ini. Pasalnya, Jokowi meyakini banyak investor yang ingin menanamkan modalnya di Labuan Bajo. "Jadi betul-betul diselaraskan antara hukum adat yang ada dengan hukum positif yang kita miliki," kata dia.

    Rapat itu dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Kepala BNPP/Basarnas Bagus Puruhito, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula.

    Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo menyatakan pemerintah akan memaksimalkan semua opsi guna mempercepat pembangunan lima destinasi super prioritas, termasuk mendorong investasi asing. 

    "Tidak hanya modal asing, Kemenparekraf juga mendorong pihak swasta dalam negeri untuk berinvestasi dalam pengembangan lima destinasi super prioritas. Semua opsi yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat akan dimaksimalkan," kata Angela dalam keterangan tertulis di Jakarta.

    Angela menjelaskan pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur di lima destinasi super prioritas itu yakni Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, Danau Toba dan Likupang, akan dipercepat sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar selesai pada 2020. "Di lima destinasi super prioritas tersebut, hingga saat ini sudah bisa melayani wisman dengan kondisi yang ada, hanya saja perlu dilakukan peningkatan kualitas infrastruktur," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.