Waikelambu Labuan Bajo Akan Dilengkapi Pelabuhan Multiguna

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal-kapal yang digunakan untuk live on board berlabuh di kawasan Pulau Badar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Kapal-kapal yang digunakan untuk live on board berlabuh di kawasan Pulau Badar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah akan membangun pelabuhan khusus logistik atau multipurpose (mulitiguna) di daerah Waikelambu, Manggarai Barat, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. "Hari ini saya ke Waikelambu, Kecamatan Komodo Manggarai Barat ini memang kita berminat membangun satu pelabuhan untuk logistik. Karena di pelabuhan lama itu ada dua kegiatan, yaitu untuk penumpang dan logistik, jadi kurang optimal,” kata Budi Karya dalam keterangan tertulis, Ahad malam, 19 Januari 2020.

    Dengan dibangunnya pelabuhan yang terletak sekitar 15 Km dari lokasi pelabuhan lama atau eksisting saat ini, dia berharapkan distribusi logistik di sana akan berjalan lebih cepat dan lancar.

    Budi Karya menjelaskan, pelabuhan logistik ini akan dibangun dengan kapasitas mencapai 100.000 TEUs. Adapun saat ini volumenya masih 24.000 TEUs. "Untuk mensinergikan kegiatan-kegiatan di sini, nanti di sini juga akan ada tempat supply dari Pertamina untuk BBM. Jadi di satu tempat kita lakukan fungsi yang beragam," ujarnya.

    Menurut Budi, untuk pembangunan ini perlu adanya koordinasi dan kerja sama antara Kemenhub, Pelindo III dan stakeholder lainnya agar berjalan dengan lancar sesuai rencana. "Oleh karenanya ini kerja sama Kemenhub ada Pak Dirjen ada Kadishub, ada Dirut Pelindo III, Dir Kepelabuhanan. kita memikirkan ini secara jangka panjang. Pelindo III membebaskan tanah tapi konstruksi dilakukan dengan APBN," kata dia.

    Terkait pembangunan pelabuhan ini, Budi Karya mengatakan bahwa Kemenhub telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk melakukan perbaikan jalan dan memudahkan aksesibilitas menuju tempat Pelabuhan Logistik akan dibangun.

    Lokasi Pelabuhan Logistik yang akan dibangun hanya 19 menit waktu tempuh dari Bandara Komodo dan dari Pelabuhan Labuan Bajo yang lama hanya sekitar 30 menit. Pengerjaan pembangunan tersebut akan dikerjakan secara tahun jamak. Tahap awal ditargetkan selesai pada Desember 2020 dengan anggaran yang disiapkan untuk Tahap I sebesar Rp 200 miliar.

    Sementara itu, kata dia, untuk Pelabuhan Lama akan dibuat Pelabuhan khusus penumpang yang akan dibangun promenade atau tempat untuk berjalan-jalan sepanjang kurang lebih 1 Km. Nantinya di Pelabuhan Penumpang itu akan menjadi pusat turis yang akan berangkat dan kembali dari Pulau Komodo atau pulau lainnya.

    "Presiden memberikan instruksi untuk pelabuhan lama yang akan menjadi Pelabuhan Penumpang harus segera selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama. Oleh karenanya kita harus kerja keras," kata dia. Dijadwalkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan meninjau lokasi proyek pembangunan pelabuhan multipurpose di Labuan Bajo tersebut hari ini, Senin 20 Januari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.