Tahun Ini, Penjualan Mobil Ditargetkan Tumbuh Lebih dari 5 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan proses pembuatan Isuzu Traga di Pabrik Izuzu, Karawang, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. Eksport Isuzu Traga akan mulai dikirim pada 12 Desember 2019. Mobil ini pertama kali diluncurkan pada April 2018 dan dibekali dengan mesin 4JA1-L 4 Cycle Direct Injection dengan turbocharge kapasitas 2.499cc. TEMPO/Subekti.

    Pekerja menyelesaikan proses pembuatan Isuzu Traga di Pabrik Izuzu, Karawang, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. Eksport Isuzu Traga akan mulai dikirim pada 12 Desember 2019. Mobil ini pertama kali diluncurkan pada April 2018 dan dibekali dengan mesin 4JA1-L 4 Cycle Direct Injection dengan turbocharge kapasitas 2.499cc. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai kegiatan politik menjadi faktor utama dalam penurunan penjualan mobil pada tahun lalu. 

    Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan bahwa pemilihan umum (pemilu) yang digelar pada paruh pertama 2019 menjadi penyebab utama penurunan penjualan pada 2019. Hal ini terlihat dari penurunan penjualan yang jauh lebih dalam pada periode tersebut.

    “Orang ketika itu tentu tidak ada konsentrasi untuk beli mobil baru, buka usaha baru, dan lain-lain. Jadi, memang dari segi kacamata politik itu terjadi. Pada 6 bulan pertama, turunnya lebih hebat, bahkan sampai 14 persen,” katanya kepada Bisnis, Minggu 19 Januari 2020.

    Jongkie menjelaskan penjualan mobil mulai membaik memasuki paruh kedua 2019. Kendati demikian tren positif kenaikan penjualan itu ternyata tidak dapat mengkatrol penjualan ke tingkat yang sama dengan 2018.

    Dia meyakini dengan ketiadaan tahun politik pada 2020, penjualan kendaraan dapat kembali mencatatkan pertumbuhan minimal 5 persen dari 2019. 

    Optmisme ini juga didukung oleh berbagai faktor lainnya, seperti tingkat suku bunga rendah dan stabilitas nilai tukar rupiah.

    “Penjualan otomotif itu kan 75 persen dibiayai oleh kredit, kalau suku bunga naik yang tadinya bisa beli kan jadi tidak bisa beli. Semoga juga rupiah tidak melemah sampai kita harus menyesuaikan harga, itu juga akan memengaruhi. Kalau semua ini terjaga, kami yakin penjualan naik minimal 5 persen, bahkan kalau bisa mencapai 1,1 juta unit,” katanya.

    Dia juga mengharapkan pembangunan infrastruktur dapat dilanjutkan secara berkesinambungan oleh pemerintah.

    Hal ini dinilai dapat meningkatkan geliat usaha dan bisnis yang pada akhirnya akan turut meningkatkan permintaan terhadap kendaraan roda empat.

    Selain itu, dia mengatakan bahwa Gaikindo juga berharap para pelaku industri dapat tetap melihat pasar otomotif Indonesia sebagai pasar potensial.

    Dia mengharapkan semakin banyak merek yang berani masuk untuk bersama-sama mengembangkan industri otomtif dalam negeri, baik berorientasi domestik maupun ekspor.

    “Kami dari Gaikindo, support habis-habisan, jika ada merek baru yang mau masuk ke indonesia, tidak peduli dari manapun silakan masuk dan bersaing secara sehat. Kami buka pintu, dan kami akan membantu, kami juga akan membantu pemerintah dengan memberikan masukan, supaya industri otomtifi berkembang dan merek-merek ini semakin berminat untuk ke pasar Indonesia,” jelasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.