Tunggu Ratas, Jokowi Belum Ambil Keputusan soal Subsidi Elpiji

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pengisian gas Elpiji tabung 3 kg di Depot LPG Tanjung Priok, Jakarta, 21 Mei 2018. Depot ini mampu mendistribusikan Elpiji 3 kg sebanyak 66.000 tabung per harinya dengan pendistribusian wilayah DKI Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana pengisian gas Elpiji tabung 3 kg di Depot LPG Tanjung Priok, Jakarta, 21 Mei 2018. Depot ini mampu mendistribusikan Elpiji 3 kg sebanyak 66.000 tabung per harinya dengan pendistribusian wilayah DKI Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -  Pemerintah ternyata masih membutuhkan kajian menyeluruh terkait rencana pengalihan bentuk subsidi elpiji 3 kilogram. Kajian menyangkut identifikasi penerima manfaat juga nominal yang akan diberikan dalam subsidi tertutup gas minyak cair atau LPG kemasan 3 kg tersebut.

    Presiden Joko Widodo menyatakan belum ada kepastian angka terkait rencana pemberlakuan subsidi tertutup elpiji 3 kilogram. “Belum. Itu harus lewat rapat terbatas [kenaikannya]. Belum, belum sampai di ratas [rapat terbatas]. Nanti kalau sudah di ratas akan disampaikan angka-angka, baru saya memutuskan,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jumat 17 Januari 2020.

    Sebelumnya, pemerintah telah memberi sinyal akan memberlakukan subsidi tertutup LPG 3 kilogram langsung ke masyarakat dilakukan pada semester II/2020. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, subsidi elpiji dimaksudkan untuk menghindari kebocoran yang selama ini kerap terjadi dalam penyaluran gas tabung melon tersebut.

    Arifin mengatakan ke depannya, implementasi subsidi LPG 3 kg akan lebih ketat dengan adanya pendataan. "Akan terintegrasi dan [penerima subsidi] akan terdaftar. Jadi bisa teridentifikasi dan mencegah adanya kebocoran," katanya, seusai menjadi pembicara dalam Indonesia Millennial Summit (IMS) 2020, Jumat.

    Hanya saja, Arifin memastikan penerima subsidi akan mendapatkan uang tunai. Terkait besarannya, Arifin mengaku pemerintah masih membahasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.