Harga Gas LPG 3 Kg Naik, Jokowi: Angkanya Belum Ada

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan barang bukti tabung gas Elpiji saat rilis kasus pengoplosan tabung gas Elpiji di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, 22 Januari 2019. Pelaku ditangkap dengan  barang bukti 9 regulator gas, 1.200 gas Elpiji ukuran 3 kilogram dan 242 tabung gas Elpiji 12 kilogram. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas menunjukkan barang bukti tabung gas Elpiji saat rilis kasus pengoplosan tabung gas Elpiji di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, 22 Januari 2019. Pelaku ditangkap dengan barang bukti 9 regulator gas, 1.200 gas Elpiji ukuran 3 kilogram dan 242 tabung gas Elpiji 12 kilogram. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan belum ada kepastian harga gas elpiji ukuran 3 kilogram yang baru. Harga gas yang baru ini akan diberlakukan terkait rencana diterapkannya subsidi tertutup gas minyak cair atau LPG 3 kilogram.

    “Belum. Itu harus lewat rapat terbatas (kenaikannya). Belum, belum sampai di ratas (rapat terbatas). Nanti kalau sudah di ratas akan disampaikan angka-angka, baru saya memutuskan,” ujarnya di Istana Merdeka, Jumat, 17 Januari 2020.

    Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana memberlakukan subsidi tertutup LPG 3 kilogram langsung ke masyarakat pada paruh kedua 2020.

    Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan jika diterapkan selama setahun penuh, subsidi LPG diperkirakan bisa berkurang hingga 30 persen.

    Untuk tahap awal, nilai subsidi dapat terpangkas sekitar 15 persen dengan implementasi yang rencananya baru dimulai pada semester II/2020.

    “Kami sedang lakukan persiapan bagaimana berikan subsidi langsung ke masyarakat, terus (rencananya) dilaksanakan mulai tahun ini, mudah-mudahan tengah tahun (Juli) dilaksanakan,” tuturnya dalam paparan kinerja Ditjen Migas 2019 dan Rencana 2020, Selasa, 14 Januari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara