Dipecat sebab Kuis Siapa Berani, Helmy Yahya: Padahal Saya Donasi

caption: Helmy Yahya menyampaikan kesannya saat membawakan acara Lifetime Achievement dari Ikatan Akuntan Indonesia Tahun 2019 yang ditayangkan langsung di TVRI, Sabtu, 9 Desember 2019 melalui postingan di Instagramnya. Instagram/@Helmyyahya

TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pengawas TVRI telah memecat Direktur Utama TVRI Helmy Yahya pada Kamis, 17 Januari 2020. Melalui surat pemecatan bernomor 8/DEWAS/TVRI/2020, Dewan Pengawas salah satunya memasalahkan kebijakan Helmy terkait penayangan Kuis Siapa Berani yang melibatkan Krakatoa Production sebagai pelaksana produksi.

Menanggapi alasan pemecatan itu, Helmy membela diri. Ia mengatakan bahwa penayangan program tersebut merupakan bentuk donasinya terhadap lembaga penyiaran nasional.

"Padahal saya donasikan Rp 0 kepada TVRI," ujar Helmy di Restoran Pulau Dua, Jakarta Pusat, Jumat, 17 Januari 2020.

Kuis Siapa Berani merupakan kuis yang hak intelektualnya dimiliki oleh Helmy. Sejumlah televisi telah menayangkan kuis tersebut dengan sistem pembayaran royalti kepada Helmy.

Mulai 2018, presenter senior itu mendonasikan Kuis Siapa Berani kepada TVRI seusai ia ditunjuk sebagai direktur utama. Ia mengatakan, lantaran berbentuk doasi, TVRI tak membayar royalti kepadanya.

Sepanjang tayang di TVRI, kuis ini memakan ongkos produksi Rp 75 juta per episode. Direktur Program dan Berita TVRI Apni Jaya Putra berdalih ongkos produksi ini sebagian besar didanai oleh sponsor. Ia juga menerangkan bahwa pengeluaran produksi ini lebih rendah ketimbang saat kuis yang sama ditayangkan di stasiun televisi swasta.

"Saya dan kabid (kepala bidang) berunding bagaimana menawar biaya produksi sampai angka paling rendah," ujarnya.

Ihwal penyertaan Krakatoa Production yang terlibat sebagai pelaksana produksi, Apni menjelaskan bahwa pihak itu ditunjuk bukan karena memiliki hubungan hukum atau bisnis dengan Helmy. Menurut dia, pihak swasta itu telah memiliki pengalaman memperoduksi tayangan kuis. Krakatoa juga disebut mampu merekrut dan melatih sekitar 100 audiens setiap episode.

Dewan Pengawas sebelumnya menyebut Helmy telkah melanggara Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) cfm UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Pelanggaran yang dimaksud menyangkut asas ketidakberpihakan, asas kecermatan, dan asas keterbukaan, terutama yang berhubungan dengan penunjukan atau pengadaan kuis Siapa Berani.






Jokowi Telah Kirimkan 15 Nama Calon Dewan Pengawas LPP TVRI ke DPR

11 hari lalu

Jokowi Telah Kirimkan 15 Nama Calon Dewan Pengawas LPP TVRI ke DPR

Johnny G. Plate mengatakan Presiden Jokowi telah mengirimkan 15 nama calon anggota dewan pengawas LPP TVRI ke DPR


Jalan Panjang 60 Tahun TVRI, Apa Acara yang Masih dalam Kenangan?

37 hari lalu

Jalan Panjang 60 Tahun TVRI, Apa Acara yang Masih dalam Kenangan?

Sebagai stasiun televisi pertama di Indonesia, TVRI memiliki sejarah panjang. Berbagai acara pernah lekat di masyarakat, acara apakah favoritmu dulu?


Kelahiran TVRI dan 24 Agustus Sebagai Hari Televisi Nasional

38 hari lalu

Kelahiran TVRI dan 24 Agustus Sebagai Hari Televisi Nasional

Pemerintah Indonesia pada 1961 memutuskan untuk memasukkan proyek media massa televisi (TVRI) ke dalam proyek pembangunan Asian Games IV 1962.


24 Agustus 1962: Kilas balik TVRI Mengudara Perdana Siaran Langsung Asian Games IV

38 hari lalu

24 Agustus 1962: Kilas balik TVRI Mengudara Perdana Siaran Langsung Asian Games IV

Tanggal tersebut saat ini dikenal sebagai hari kelahiran Televisi Republik Indonesia atau TVRI sebagai jaringan televisi pertama di Indonesia


Moeldoko Ingatkan Lembaga Penyiaran Publik Suarakan Kinerja Pemerintah

51 hari lalu

Moeldoko Ingatkan Lembaga Penyiaran Publik Suarakan Kinerja Pemerintah

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai sekarang ruang publik dipenuhi oleh isu negatif, disinformasi, dan berita bohong.


Rekam Jejak Pemerintah Orde Baru yang Alergi Rambut Gondrong

58 hari lalu

Rekam Jejak Pemerintah Orde Baru yang Alergi Rambut Gondrong

Pada masa pemerintahan Orde Baru, rambut gondrong mendapatkan stigma negatif, bahkan dilarang.


Pak Kasur, Sosok Legendaris Dunia Anak-Anak Indonesia, Begini Asal Namanya

28 Juli 2022

Pak Kasur, Sosok Legendaris Dunia Anak-Anak Indonesia, Begini Asal Namanya

Pak Kasur salah satu tokoh di Indonesia yang erat kaitannya dengan isu pendidikan anak-anak. Begini profilnya.


Persahabatan Bob Tutupoly dan Koes Hendratmo, Duo Legenda Pembawa Acara Kuis pada Masanya

6 Juli 2022

Persahabatan Bob Tutupoly dan Koes Hendratmo, Duo Legenda Pembawa Acara Kuis pada Masanya

Dua sahabat karib ini, Bob Tutupoly dan Koes Hendratmo merupakan pembawa acara kondang pada masanya. Apa saja acara kuis yang pernah mereka bawakan?


Orang Lama Pasti Tahu Pak Tino Sidin, Jadi Satu Nama Jalan Baru di Jakarta

2 Juli 2022

Orang Lama Pasti Tahu Pak Tino Sidin, Jadi Satu Nama Jalan Baru di Jakarta

Pemprov DKI Jakarta mengganti 22 nama jalan, salah satunya Jalan Cikini VII di Jakarta Pusat menjai Jalan Tino Sidin. Orang lama pasti tahu siapa dia.


Ajak Anak Muda Naik LRT, Rizal Armada Bikin Pagi di Palembang Berkeringat

11 Juni 2022

Ajak Anak Muda Naik LRT, Rizal Armada Bikin Pagi di Palembang Berkeringat

Kedatangan Rizal Armada ke kampung halamannya ini untuk mengajak warga Kota Palembang agar kembali mempopulerkan penggunaan LRT.