Pemerintah Jawa Barat Beli Kebutuhan Kedinasan via Toko Online

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menaruh barang pesanan konsumen saat Harbolnas 2018 di Warehouse Lazada, Depok, Rabu, 12 Desember 2018. Harbolnas merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan bersama berbagai e-commerce di Indonesia pada 12 Desember 2018. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pekerja menaruh barang pesanan konsumen saat Harbolnas 2018 di Warehouse Lazada, Depok, Rabu, 12 Desember 2018. Harbolnas merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan bersama berbagai e-commerce di Indonesia pada 12 Desember 2018. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjabat Sekretaris Daerah Jawa Barat Daud Achmad mengatakan, belanja retail untuk kebutuhan kedinasan pemerintah provinsi Jawa Barat saat ini dipenuhi melalui toko online. “Kita kerja-sama dengan Mbizmarket, dia marketplace menyediakan aplikasi yang menghubungkan antara pembeli dan penjual,” kata dia pada Tempo, Jumat 17 Januari 2020.  

    Daud mengatakan, platform Mbizmarket dipilih dengan sejumlah pertimbangan. Di antaranya pengelola aplikasi tersebut, PT Brilliant Ecommerce Berjaya menjamin tidak mengambil keuntungan dari transaksi pembelian di dalam marketplace yang dikelolanya tersebut. “Mbizmarket, dia tidak mengambil laba dari kita. Artinya tidak ada aliran uang dari APBD untuk dia,” kata dia.

    Daud mengaku, sejumlah pengelola marketplace juga mengajak kerja-sama serupa. “Ada beberapa marketplace yang mau kerja sama, tapi dari transaksi kita, dia memperoleh keuntungan apakah dari klik atau apa, itu tidak direkomendasikan oleh KPK karena kita sejak awal terus dikawal,” kata dia.

    Daud mengatakan, belanja daring via marketplace tersebut juga memudahkan pertanggung-jawabannya. “Bagi kita Pemda, pasti akan lebih efisien karena harganya pasti. Kemudian dari segi waktu juga efektif, ‘teu perlu incik ka warung’. Yang terpenting ini akan lebih akuntabel, bisa lebih dipertanggung-jawabkan karena kita belanja harga sekian, ada tanda buktnya sekian, semua secara elektronik,” kata dia.

    Daud mengatakan, belanja langsung via Marketplace tersebut dibatasi untuk belanja dengan nilai maksimal Rp 50 juta. “Di bawah Rp 50 juta, untuk retail. Kalau di total ya gede juga, tapi itu kan ke beberapa vendor. Tapi kalau vendor dengan order sekian itu pasti usaha kecil,” kata dia.

    Seluruh Organisasi Perangkat Daerah pemerintah provinsi Jawa Barat diminta belanja retail barang kebutuhan kedinasan via marketplace tersebut. “Sebetulnya untuk pengguna anggaran, masing-masing OPD, dia bebas belanja di mana saja sepanjang itu sesuai aturan. Tapi saya sebagai Sekretaris Daerah mendorong untuk belanja lewat itu karena tadi, efektif, efisien, akuntabel,” kata dia.

    Daud mengatakan, pemerintah kabupaten/kota juga di ajaknya untuk menirunya. “Pakai itu saja. Aplikasinya bisa di replikasi untuk kabupaten/kota,” kata dia.

    Pemerintah Jawa Bart menjalin kerja-sama dengan PT Brilliant Ecommerce Berjaya, pengelola mbizmarket.co.id  sebagai marketplace atau platform belanja atau pengadaan barang/jasa pemerintah provinsi. Perjanjian Kerja Sama keduanya diteken hari ini, Jumat, 17 Januari 2020, oleh Penjabat Sekretaris Daerah Jawa Barat Daud Achmad dan CEO PT Brilliant Ecommerce Berjaya Rizal Paramarta di Gedung Sate, Bandung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.