Jokowi Puji Eks PM Inggris Tony Blair yang Terlibat Perang Irak

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tony Blair Meminta Maaf atas Invasi Irak

    Tony Blair Meminta Maaf atas Invasi Irak

    Tempo.Co, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta bantuan kepada Tony Blair untuk menjadi anggota Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur. Jokowi pun memuji sosok mantan Perdana Menteri Inggris 1997 hingga 2007 ini.

    "Bapak Tony Blair juga sama, memiliki reputasi yang baik di bidang pemerintahan," kata Jokowi dalam keterangan di laman Sekretariat Negara pada Kamis kemarin, 16 Januari 2020.

    Pernyataan ini disampaikan Jokowi dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020 di The Ritz-Carlton Jakarta. "Saya kira yang ingin kami bangun ini adalah trust internasional terhadap apa yang ingin kita kerjakan," kata Jokowi.

    Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur. Selain Blair, dua orang lain juga duduk di dewan pengarah, yaitu Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan atau MBZ dan CEO Softbank. Masayoshi Son.

    Meski dipuji Jokowi, dunia internasional mengenal Blair sebagai salah satu pemimpin dunia yang ikut terlibat Invasi Irak 2003. Invasi itu berujung pada Perang Irak 2003 dan lengsernya Presiden Irak saat itu, Saddam Hussein.

    Indonesia adalah salah satu negara yang keras menentang Invasi Irak 2003. Saat itu, penolakan datang dari presiden berkuasa, Megawati Soekarnoputri. Kini, Megawati adalah Ketua Umum PDI Perjuangan, partai pendukung Jokowi.

    Lalu pada Oktober 2015, Tony Blair akhirnya meminta maaf atas keikutsertaan Inggris dalam invasi Irak, bersama Amerika Serikat. Hal itu disampaikan Blair dalam wawancara dengan pembawa acara CNN, Fareed Zakaria. "Saya minta maaf karena data intelijen yang kami gunakan ternyata salah," kata Blair.

    Namun Tony Blair menyatakan tidak menyesal dan meminta maaf atas tergulingnya Saddam. "Saya tidak bisa meminta maaf atas lengsernya Saddam Hussein. Saya kira, bahkan hari ini lebih baik dia tidak ada di sana dibanding masih ada," ujarnya.

    Tapi di Inggris, keluarga dari tentara Inggris yang meninggal dunia di Irak, menyerukan agar Blair diadili dengan tuduhan kejahatan perang. "Ada satu teroris yang perlu diwaspadai dunia, namanya Tony Blair, teroris terburuk di dunia," kata salah seorang keluarga, Sarah, seperti yang dilansir Daily Mail pada 7 Juli 2016.

    Sementara itu, anggota Panitia Khusus Ibu Kota Negara atau Pansus IKN, Mardani Ali Sera telah meminta Jokowi hati-hati dalam melibatkan pihak asing dalam pembangunan ibu kota baru.

    Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun memastikan penunjukan Tony Blair, MBZ, dan Masayoshi Son ini akan dibahas dalam Pansus IKN ataupun rapat komisi bersama Bappenas. "Jangan punya perasaan inferior dengan mengundang masalah pihak asing. Kita mampu dengan kemampuan ahli dalam negeri," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara