Ini Gagasan Menteri Nadiem Makarim untuk Sinetron Indonesia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan istrinya, Franka Makarim, pada acara peresmian revitalisasi gedung PAUD Km

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan istrinya, Franka Makarim, pada acara peresmian revitalisasi gedung PAUD Km "0" di kompleks Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Senin (23/12/2019). (ANTARA/Indriani)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, menyampaikan pandangannya mengenai tayangan sinetron di Indonesia. Pandangan tersebut disampaikan untuk menjawab pertanyaan salah satu anak muda peserta Indonesia Millenial Summit di di daerah Dharmawangsa, Jakarta Selatan. 

    "Apa opini saya mengenai sinetron? oke, seperti semua hal konten di Indonesia, ada yang baik, ada yang buruk," kata Nadiem pada Jumat, 17 Januari 2020.

    Saat ini, kata Nadiem, tayangan sinetron di Indonesia sebenarnya sudah cukup berkembang banyak dibandingkan 10 tahun yang lalu. Tatapi karena metode produksi yang begitu cepat dan pesat, maka akhirnya yang ditunjukkan di sinetron, hanya untuk menciptakan rating saja.

    Sehingga, kata Nadiem, tayangan dari sinetron saat ini, hanya berkutat pada persoalan-persoalan dasar. Mulai dari orang kaya dan orang miskin, orang miskin ingin kaya, hingga orang jatuh cinta. "Jadi masih di level sini," kata Nadiem, sembari memberi gerakan tangan di posisi bawah.

    Namun hal ini, kata Nadiem, bukan berarti tidak bisa untuk ditingkatkan lebih baik. Menurut dia, alangkah lebih baik jika sinetron juga bisa memaksa penontonnya berfikir. "Gak udah inspirasi deh, tapi paling tidak membuat pertanyaan-pertanyaan yang bisa meningkatkan interest atau curiousity dari masyarakat Indonesia," kata Nadiem.

    Tapi Nadiem sadar, hal ini menyangkut demand dan supply. Ia juga mengatakan bahwa tidak semua hal di bawah kontrolnya sebagai menteri. Namun demikian, Nadiem tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas konten di tanah air. "Itu adalah salah satu yang akan kami gong kan," kata dia.

    Upaya peningkatan kualitas konten ini, telah dimulai Nadiem, dengan menggandeng Netflix. Dengan kerja sama ini, Netflix akan berinvestasi US$ 1 miliar untuk mengembangkan kualitas perfilman Indonesia. Selain itu, Netflix dan Kemendikbud juga tengah menyeleksi script writer Indonesia terpilih untuk dikirim belajar ke Hollywood, Amerika Serikat.

    "Karena tulang punggung dari sebuah film itu adalah script writer," kata Nadiem di acara yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.