Luhut Klaim Microsoft Minat Tanam Modal Rp 14 T ke Indonesia

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, memberi penjelasan setelah mendapat laporan soal kasus dugaan korupsi PT Asabri (Persero) di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, memberi penjelasan setelah mendapat laporan soal kasus dugaan korupsi PT Asabri (Persero) di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim bahwa Microsoft Corporation berminat menanam modal senilai US$ 1 miliar ke Indonesia. Angka investasi Microsoft Inc. itu setara dengan Rp 14 triliun (asumsi nilai tukar Rp 14 ribu).

    "Investasi US$ 1 miliar ini akan dipakai untuk database," ujar Luhut di kantornya seusai berbincang-bincang dengan wartawan di kantornya, Jumat, 17 Januari 2020.

    Luhut mengatakanm perusahaan yang didirikan Bill Gates ini berencana membuat data center di Indonesia. Namun, rencana itu baru sebatas pembahasan. Ihwal kelanjutan kesepakatan dengan perusahaan ini, Luhut berharap akan terealisasi secepatnya.

    Microsoft adalah perusahaan multinasional berbasis di Amerika Serikat. Entitas ini menangani produk perangkat lunak. Microsoft juga mengembangkan serta memberi lisensi pada produk-produk dan jasa terkait komputer.

    Pihak Microsoft memang diketahui telah menemui Luhut di kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi hari ini. Pertemuan keduanya dilakukan pada Jumat pagi pukul 09.00 WIB secara tertutup.

    Luhut tak menjelaskan secara terang nama-nama perwakilan Microsoft yang menjumpai dirinya. Namun, tamu asing tersebut dipastikan langsung bertemu dengan Luhut.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.