Pelindo IV Catat Ekspor dari Kaltim 783 Kontainer per Bulan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto areal suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. APBN diharapkan bisa menjadi pendongkrak bagi pertumbuhan ekonomi. Maka program priortas yang masuk dalam pendanaan APBN harus digenjot realisasinya. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Foto areal suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. APBN diharapkan bisa menjadi pendongkrak bagi pertumbuhan ekonomi. Maka program priortas yang masuk dalam pendanaan APBN harus digenjot realisasinya. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Makassar - Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV, Farid Padang mengatakan bahwa total ekspor dari Kalimantan Timur saat ini mencapai 783 box kontainer per bulan. Kontribusi yang dihasilkan beberapa perusahaan ini terhadap aktivitas ekspor dinilai cukup besar.

    Farid menyebutkan beberapa perusahan yang berkontribusi antara lain PT Balikpapan Forest Industri, PT Herman Group, PT Sumalindo Lestari Jaya, PT Linda Hanta Wijaya, PT Cipta Krida Bahari, PT Korindo, dan PT Tirta Mahakam. “Komoditas yang dikirim berupa plywood (kayu lapis), rumput laut, bungkil sawit, dan oli bekas,” kata Farid melalui keterangan tertulis, Rabu malam 15 Januari 2020.

    Lebih lanjut, Farid mengungkapkan bahwa hampir seluruh kegiatan ekspor dan impor di wilayah Kalimantan Utara dan Timur melalui Terminal Petikemas (TPK) Kariangau. Terminal tersebut merupakan hub port dengan empat perusahaan pelayaran termasuk PT SPIL, Meratus, TemasLine, dan PT Tanto Intim Line.

    Saat ini, menurut dia, manajemen Pelindo IV selalu mendukung logistik melalui konsolidasi kargo. Sehingga ada garansi untuk SeaLand (Maersk Line Group) yang akan melakukan direct call dan ekspor langsung dari pelabuhan dikelola Perseroan.

    Ada beberapa keuntungan yang didapat pengusaha dengan melakukan direct call dan direct export ke negara tujuan, jika dibandingkan melalui Jakarta atau Surabaya. Misalnya efisiensi biaya sebesar kurang lebih 50 persen dan terjadi efisiensi waktu antara 9 – 15 hari.

    “Barang tidak rusak karena tidak lagi ada double handling. Bisa juga meningkatkan pendapatan asli daerah karena surat keterangan asal (SKA) barang diterbitkan oleh daerah asal,” tutur Farid.

    Sementara, Country Manager Indonesia SeaLand, Joshua Ng Jiang Hao menambahkan direct call dan direct export akan dilakukan akhir Februari atau awal Maret 2020 dari Pelabuhan Balikpapan, Kalimantan Timur Kariangau Terminal (KKT). “Kita juga ingin meningkatkan kerja sama kegiatan ekspor impor di wilayah Pelindo,” ucap dia.

    Didit Hariyadi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.